Jalan sehat pun menjadi cara untuk mengumpulkan bukti dukungan. Akan tetapi kupon yang didapatkan peserta bukan untuk per satu fotokopi KTP. Melainkan banyak juga satu keluarga yang hadir hanya dengan satu KTP saja.
"Memang belum menjadi dasar dukungan. Tapi ini masih salah satu dari banyak program mengumpulkan dukungan," ucap Zairin saat ditemui media usai jalan sehat.
Pasangan ini termasuk yang memiliki kekuatan tim lengkap. Mulai dari tim analisa, surveyor hingga branding. Keberhasilan dari jalan sehat menjadi bukti efektif kerja tim internal mereka.
"Kami sadar masih butuh perjuangan besar untuk maju secara perseorangan karena memang terdapat perbedaan cukup mencolok jika dibandingkan antara partai dan yang nonpartai," katanya.
Ia juga sadar tak semua dari warga yang datang sepenuhnya mendukung perjuangan. Banyak yang datang dengan harapan mendapat hadiah semata.
Itu menjadi salah satu tantangan dalam sosialisasi yang tak hanya sebatas hit and run. Tetapi berlangsung kontinyu, berkala dan terukur.
"Sudah diperhitungkan semua. Jadi kesuksesan ini bukan tolok ukur akhir, tetapi menjadi landasan awal perjuangan," lanjutnya.
Pengumpulan data KTP Elektronik di lokasi juga tergolong efektif. Terkumpul lebih dari 1000 data KTP-el jelang event berakhir.
Target kedepan, pemilih pemula menjadi sasaran mereka. Pendekatan untuk mendapatkan dukungan pun dilakukan berbeda.
"Harus bisa masuk pada dunia mereka. Makanya untuk mencari perhatian selanjutnya, kami bakal sering melibatkan aktivitas kaum milenial seperti menggelar lomba selfie di beberapa bahan peraga yang tersebar di seluruh kota," tambahnya.
Meski begitu, tak ada target khusus untuk segmen milenial. Hanya target realistis yakni mendapatkan dukungan minimal 500 orang dari setiap kelurahan di Kota Samarinda.
Penulis : Adhi Abdhian
Editor : Hendra