Akhirnya, lanjut Midden. sebagian DD disisihkan untuk mendidik SDM dari pemuda, ibu-ibu dan SDM potensial lainnya sesuai bidang keahlian seperti montir sepeda motor, reparasi elektronik hingga kursus keahlian menjahit.
"Harapannya setelah itu bisa buka usaha sendiri. Dan ini tidak salahi aturan. Apalagi Pak Jokowi mencanangkan 2020 SDM unggul. Mungkin itu bakal jadi contoh dan yang penting dana itu tidak di korupsi," katanya.,
Ia mengasumsikan, jika satu orang SDM terlatih dari BLK Samarinda, kemudian membuka usaha dan bisa menyerap minimal lima orang di sekitarnya, maka tidak hanya akan lahir banyak pengusaha baru namun, juga terserapnya tenaga kerja lokal.
Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, selama 2015 hingga jelang akhir semester II 2019, tercatat total DD yang disalurkan ke Kaltim sebanyak Rp3 triliun. Dana sebesar itu, telah membiayai setidaknya 13.216 kegiatan bidang pembangunan desa yang dilaksanakan di Bumi Etam, selama periode 2015-2018.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Moh Jauhar mengatakan, selama ini DD diakui berkontribusi sebagai penunjang aktivitas ekonomi masyarakat desa dan kualitas hidup masyarakat desa.
Diakuinya, memang selama ini penyaluran DD masih berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Mulai dari pembangunan jalan desa sepanjang 1.685.392 meter, pembangunan jalan desa sepanjang 75.712 meter, pembangunan Pasar Desa sebanyak 130 unit, pendirian BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) sebanyak 146 unit, pembangunan tambatan perahu sebanyak 168 unit, dan pembangunan embung sebanyak 98 unit. Pembangunan irigasi sebanyak 254 unit, pembangunan sarana olahraga sebanyak 240 unit, pembangunan penahan perahu sebanyak 549 unit, pembangunan sarana air bersih sebanyak 2.442 unit, pembangunan MCK sebanyak 327 unit, dan pembangunan polindes sebanyak 72 unit.
Dari sektor pertanian, ada pembangunan drainase sepanjang 202.438 meter. Lalu pembangunan sarana pendidikian anak usia dini (PAUD) sebanyak 342 unit, pembangunan posyandu sebanyak 289 unit, dan pembangunan sumur air sebanyak 457 unit.
Bahkan, kata Jauhar, berdasarkan evaluasi penggunaan dana desa sejak 2015 hingga 2019 90 persen lebih penggunaan DD masih untuk pembangunan infrastruktur. Sementara untuk pemberdayaan masyarakat masih terbilang kecil.
Ia bahka menyebut, dalam aplikasi DD untuk pembangunan SDM, DD bisa dimanfaatkan menggelar pelatihan Bahasa Inggris bagi masyarakat agar bisa berkomunikasi dengan turis mancanegara, bagi daerah dengan potensi wisata. "Kan banyak desa yang punya potensi wisata. Kalau SDM-nya siap dan punya keahlian, pasti bisa berkembang dan menjadi sarana mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran," ungkapnya.[]
Penulis: Rusdianto