Selain itu, tahapan Pilkada merujuk pada draft Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Pilkada Serentak akan dimulai pada September ini.
Direktur Eksekutif Recome Institut Habil Ngewa mengatakan ada beberapa alasan mengapa ketua atau figur dari Parpol belum berani muncul ke publik.
"Apakah mereka kurang berani, atau menunggu momen pas. Karena cost (biaya) politik saat ini mahal. Sehingga mereka berfikir nanti saja deklarasinya," ujarnya ditemui usai diskusi Membaca Samarinda melalui momentum politik lima tahunan, yang menghadirkan 4 figur bakal calon walikota Samarinda, di kawasan Jl Juanda Sabtu (27/07/2019) malam tadi.
Belum lagi, lanjut Ngewa sapaan akrab Habil Ngewa bisa jadi para figur ini punya kekhawatiran dijatuhkan sebelum pertarungan sebenarnya di bilik suara.
"Bisa saja para figur ini merasa, kalau dirinya tersangkut masalah hukum, akhirnya dia tunggu dulu. Kekhawatirannya, kalau dia muncul pasang spanduk dimana-mana. Bisa jadi akan ada lawan politik yang mengerjai. Ini terjadi pada Pilgub (Pemilihan Gubernur Kaltim) kita kemarin," tukasnya.
Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi kepada 4 figur balon Walikota Samarinda yang berani hadir dan memaparkan komitmen serta visinya membangun Kota Tepian. Setidaknya 4 figur hadir, yakni Apri Gunawan, Viktor Yuan, Parawansa Assoniwora dan
Ridawan Tassa.
Penulis : Rusdi
Editor: Aspian Nur