Dewan Pakar IA KPMKT Nana Zulkarnain menyoroti bagaimana kepala daerah di Kaltim yang notabene putra daerah asli tak terlalu peduli dengan kondisi yang ada di daerahnya sendiri. “Masukan yang diberikan IA KPMKT sama sekali tak dilirik, misalnya saja soal pembangunan dan ekonomi yang tadinya diharapkan bisa meningkat nyatanya saat ini malah merosot. Terus terang, IA KPMKT ini berisi orang-orang pintar yang peduli dengan daerah tapi pemikirannya tidak pernah dipedulikan oleh kepala daerah,” kata Nana,
Karena itulah, Gubernur Kaltim yang baru diharapkannya bisa lebih peduli dengan pembangunan dan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pemimpin daerah di masa mendatang harus lebih banyak mendengar dan membuka telinga lebar-lebar, tapi jangan sampai masuk telinga kiri keluar telinga kanan,” sindir Ketua IA KPMKT H Farid Wadjdy.
Sedianya Mubes IA KPMKT kemarin menghadirkan calon kepala daerah tapi tak satupun yang hadir. Namun, itu bisa dimaklumi mengingat jadwal kampanye yang padat.
Pembina IA KPMKT H Achmad Husry menyoroti masalah insiden bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Husry berharap mahasiswa Kaltim yang ada di Jawa Timur bisa menjaga diri. “Seluruh mahasiswa Kaltim agar bersama-sama mengutuk tindakan terorisme sekaligus menyiagakan diri. Jangan sampai terjebak paham keliru yang jadi biang dari terorisme itu. Jadilah masyarakat yang cinta damai,” tegas Husry.
Menurutnya, saat ini persatuan Indonesia tengah diuji. Sudah seharusnya rasa kebersamaan sebagai anak bangsa kembali dipertebal. “Bila pelaku melakukan itu atas nama agama. Itu tidak benar. Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Karena semua mengajarkan untuk cinta damai kepada sesama, dalam beragama maupun berbangsa,” imbuhnya.
IA KPMKT merupakan sekumpulan mahasiswa yang pernah menunaikan pendidikan di beberapa daerah di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, Banjarmasin, Jogjakarta, Solo dan daerah lainnya. Setelah selesai kuliah mereka kembali ke Bumi Etam. Berkontribusi dalam bentuk pemikiran dan pendapat yang bisa menunjang pembangunan Kaltim di bawah naungan IA-KPMKT.
Ketua panitia Septi Hakim menjelaskan, beberapa agenda penting dalam mubes kali ini dimulai dengan diskusi bertema Peran dan Kontribusi Alumni KPMKT menghadapi “Zaman Now” yang berlangsung pada hari pertama. Berikutnya, ada agenda pemilihan ketua IA-KPMKT periode 2018-2022. Periode kepengurusan terakhir dipimpin Farid Wadjdy. “Banyak tantangan yang harus diselesaikan Kaltim agar bisa sejahtera. Mulai pengelolaan SDA (sumber daya alam) yang mulai menipis. Lewat kegiatan ini harapannya ada pemikiran baru yang inovatif dan kreatif untuk menjawab tantangan masyarakat Kaltim ke depan,” jelas Septi.
Dari diskusi ini IA KPMKT ingin memberikan rekomendasi, khususnya empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim. “Kami berharap, siapapun yang terpilih, akan memakai rekomendasi dari IA KPMKT. Enam calon diantaranya merupakan anggota IA KPMKT,” jelasnya. (*)