Selasa, 22/09/2026
Selasa, 22/09/2026
Granit Xhaka (kanan), kapten Swiss yang sedang diselidiki aparat hukum setelah diduga menggunakan sertifikat Covid-19 palsu. (gettyimages)
Selasa, 22/09/2026

Granit Xhaka (kanan), kapten Swiss yang sedang diselidiki aparat hukum setelah diduga menggunakan sertifikat Covid-19 palsu. (gettyimages)
KORANKALTIM.COM - Kapten timnas sepak bola Swiss Granit Xhaka sedang diselidiki oleh jaksa penuntut hukum negara setempat terkait dugaan ia memperoleh sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu.
Pemain berusia 33 tahun itu diduga memperoleh sertifikat tahun 2022 saat sertifikat tersebut menjadi persyaratan di Swiss untuk beberapa perjalanan ke luar negeri. Kantor Kejaksaan Kota Lucerne mengonfirmasi penyelidikan sedang berlangsung untuk menentukan apakah terdapat tindakan kriminal dalam memperoleh sertifikat yang palsu atau dipalsukan.
Gelandang Sunderland sempat bermain untuk Arsenal memposting pernyataan di media sosial yang menyatakan dirinya memiliki ketidakpercayaan terhadap vaksin dan telah dipengaruhi oleh kekhawatiran serta ketidakpastian. “Dalam kondisi pikiran yang kacau ini, saya memperoleh sertifikat vaksin, alih-alih mengklarifikasi pertanyaan-pertanyaan saya yang belum terjawab dengan cara yang tepat," ucapnya saat itu. "Saya menyadari dengan jelas cara tersebut tidak benar. Itu adalah sebuah kesalahan. Saya minta maaf.Saya bertanggung jawab atas keputusan ini, akan terlibat dalam proses pengungkapan fakta, dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang yang terkait," sebut Xhaka.
Kantor Kesehatan Masyarakat Swiss menegaskan meskipun tidak pernah ada kewajiban hukum umum untuk memperoleh atau memiliki sertifikat semacam itu, sertifikat Covid-19 tersebut diperlukan untuk mengakses berbagai kegiatan, tempat dan perjalanan yang berarti partisipasi dibatasi bagi siapa pun yang tidak memilikinya.
Langkah-langkah ini berlaku di Swiss hingga musim semi 2022. Setelah itu, sertifikat Covid-19 tetap diterbitkan, terutama untuk memungkinkan masyarakat memenuhi persyaratan masuk saat bepergian ke luar negeri.
Belum jelas hukuman apa yang akan dihadapi Xhaka, namun pada tahun 2023, pelatih tim hoki es putra Swiss saat itu Patrick Fischer dinyatakan bersalah karena menggunakan sertifikat Covid-19 palsu untuk bekerja di Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.
Fischer didenda 38.000 franc Swiss, lebih dari setara dengan Rp827 Juta, oleh pengadilan pidana. Pada April tahun ini ia dipecat dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional Swiss dan awal bulan ini, dilarang beraktivitas selama empat tahun oleh Federasi Hoki Es Internasional.
Asosiasi Sepak Bola Swiss menyatakan Xhaka yang berstatus pemegang rekor penampilan terbanyak negara tersebut dengan 152 caps, telah menarik diri dari pemusatan latihan tim nasional Swiss untuk pertandingan Nations League mendatang melawan Skotlandia, Makedonia Utara, dan Slovenia menyusul pernyataannya.
Asosiasi tersebut menambahkan keputusan untuk mundur telah diambil bersama oleh sang pemain dan manajemen dan mereka akan membahas masa depan Xhaka bersama tim setelah jendela pertandingan internasional berakhir.
Swiss akan bertanding tandang melawan Makedonia Utara dan Skotlandia pada 26 dan 29 September, sebelum menghadapi Slovenia dan Makedonia Utara di kandang pada awal Oktober.
Manajer Sunderland Regis le Bris menolak berkomentar mengenai tuduhan tersebut setelah kekalahan Black Cats di kandang Manchester City pada hari Minggu.
"Bukan wewenang saya untuk berbicara mengenai masalah atau situasi tersebut," katanya. "Bidang saya adalah sepak bola. Dalam hal sepak bola, dia sangat bagus," ungkapnya.
Xhaka menjadi kapten timnas Swiss pada Piala Dunia 2026 dan mereka tersingkir di perempat final oleh Argentina yang akhirnya menjadi runner-up.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 22/09/2026
Granit Xhaka (kanan), kapten Swiss yang sedang diselidiki aparat hukum setelah diduga menggunakan sertifikat Covid-19 palsu. (gettyimages)
TERPOPULER