Kapten Aston Villa John McGinn mengangkat trofi Liga Europa setelah kemenangan 3-0 atas wakil Bundesliga Jerman, Freiburg, menorehkan nama The Villans kembali dalam buku sejarah. Dihadapan sembilan pahlawan Piala Eropa 1982 - termasuk kapten Dennis Mortimer dan pencetak gol Peter Withe - Villa menorehkan bab penting lainnya.
Gol-gol spektakuler dari Youri Tielemans menit 41 dan Emi Buendia menit 48 membuka jalan bagi mereka, dengan Morgan Rogers memastikan kemenangan dari golnya menit 58 babak kedua.
Kali ini mereka masih bermain dengan seragam putih dan mengalahkan tim Jerman yang mengenakan seragam merah. Alih-alih Bayern Munich, kali ini lawannya adalah Freiburg. Alih-alih Rotterdam, kali ini di Istanbul. Tielemans, Buendia dan Rogers menjadi pahlawan saat sang pelatih secara pribadi meraih gelar Liga Europa kelimanya.
Aston Villa mendominasi pertandingan dari awal hingga akhir, dan Emiliano "Dibu " Martínez tidak kesulitan menjaga gawangnya tetap bersih (yang ke-14 musim ini). Kemenangan ini juga mengamankan tempat bagi tim Unai Emery di final Piala Super UEFA melawan pemenang Liga Champions yang akan ditentukan antara PSG dan Arsenal pada 30 Mei pekan depan di Budapest.
Sepanjang sejarahnya, Aston Villa telah meraih kesuksesan besar dan gelar ini menandai gelar ke-25 mereka. Lemari trofi klub Inggris ini mencakup gelar Liga Champions (1982), Piala Super UEFA (1982), dan Piala Intertoto UEFA (2001). Selain itu, mereka juga memiliki tujuh gelar Liga Premier, tujuh Piala FA dan lima Piala Liga, diantara trofi lainnya.
Empat gelar sebelumnya yang diraih Emery sudah menjadi rekor kompetisi dan meski ia menampik anggapan dirinya adalah "raja Eropa", ia memang seorang pemenang ulung.
Kini ia telah mencapai enam final dan meraih lima kemenangan—dengan gelar terbaru ini mengukuhkan warisannya di Villa Park yang akan bertahan selama puluhan tahun.
Pihak manajemen Villa sempat cemas saat membicarakan parade trofi sebelumnya, yang harus diatur jauh-jauh hari mengingat situasi yang tidak menentu di Birmingham, namun skuad akan memamerkan trofi tersebut di kota itu hari ini.
"Saya berterima kasih kepada para pendukung dan saya berterima kasih kepada para pemain. Setiap kali saya sukses di kompetisi ini, saya membutuhkan pemain-pemain hebat. Sekarang saya sangat berterima kasih kepada para pemain, mereka mengikuti ambisi kami,” kata Emery melnasir dari Antaranews.com hari ini.
"Mereka adalah protagonis di lapangan. Inilah alasan saya tidak merasa seperti raja di kompetisi ini. Saya merasa sangat bersyukur - kita adalah raja bersama. Setelah 1982 klub memenangkan Piala Eropa, itu adalah sesuatu yang mereka rindukan - para pendukung - sebuah trofi. Mencapai yang ini membuat kita sangat, sangat bahagia tapi kita tidak akan berhenti," paparnya.
Editor: Aspian Nur