Namun Real Madrid tidak mengecewakan. Mereka menghadapi “match point” pertama mereka untuk mencegah Barça memenangkan gelar dan berhasil melakukannya dengan menang 0-2 di laga away. Dengan selisih poin 88-77, Barcelona pun harus menunggu kepastian pada laga El Clasico pekan depan di Santiago Bernabeu.
Vinicius Jr mencetak dua gol untuk Los Blancos, mencetak gol pembuka menit 55 setelah melakukan umpan satu-dua dengan Goncalo Garcia dan satu gol lagi dari umpan balik tumit Jude Bellingham menit 66. Pada pertandingan ini Espanyol nyaris bermain dengan 10 orang karena Omar El Hilali mendapat kartu merah karena melanggar Vinicius, namun keputusan tersebut dibatalkan oleh wasit video (VAR).
Dalam 97 tahun sejarah La Liga, gelar juara belum pernah diraih dalam laga El Clasico. Kemenangan Real atas Espanyol berarti mereka terhindar dari dilema apakah akan memberikan penghormatan kepada Barca sebagai juara sebelum pertandingan.
Barca unggul 11 poin dari Real dan berpotensi memecahkan rekor selisih poin terbesar dalam sejarah perebutan gelar, yang saat ini berada di angka 15 poin dari kemenangan mereka pada musim 2012-13.
Kalau Barca memenangkan empat pertandingan terakhir, mereka akan finis dengan 100 poin—sejajar dengan rekor yang dicapai Real pada 2011-12 dan Barca pada 2012-13.
Hal itu juga akan memberi mereka rekor kemenangan terbanyak di La Liga - 33. Mereka hanya sekali bermain imbang.
Sementara Real Madrid terancam menghadapi musim kedua tanpa trofi sejak 2009-10, setelah juga gagal meraih gelar apa pun pada 2020-21.
Editor: Aspian Nur