Drama sembilan gol tercipta pada pertandingan ini, terbesar dalam sejarah semi final, dengan 5 untuk Les Parisiens dan 4 untuk The Bavarians, membuat leg kedua pekan depan jadi pertandingan yang pastinya sangat ditunggu untuk hasil akhir siapa yang melaju ke final.
Marquinhos satu dari banyak pemain yang beruntung bisa merasakan pertandingan impresif ini di lapangan karena jadi tontonan yang luar biasa dan tercatat dalam sejarah Sepak bola menyerang yang ditampilkan oleh kedua tim di Parc des Princes seolah mengungkapkan begitulah seharusnya bermain sepak bola.
"Ini adalah pertandingan terbaik yang pernah saya ikuti sebagai pelatih," kata pelatih PSG Luis Enrique setelah pertandingan.
PSG, sebenarnya, memiliki tingkat keberhasilan 100 persen ketika mereka mengirim bola ke gawang Bayern yang dikawal Manuel Neuer. Lima tembakan, lima gol dan bisa saja enam gol jika tembakan Mayulu tidak membentur tiang gawang di menit-menit akhir.
Dua gol dari Ousmane Dembélé, penalti menit 45+5 dan 58, dua gol dari Khvicha Kvaratskhelia menit 24 dabn 56 serta satu gol dari João Neves menit 33 memastikan kemenangan bagi tim Prancis itu.
Sementara Bayern Munchen yang mencetak empat gol, memiliki tingkat keberhasilan 50 persen. Tim Jerman itu melepaskan delapan tembakan ke gawang PSG yang dikawal Matvey Safonov. Bayern bisa merespons gol-gol tuan rumah bahkan unggul lebih dulu lewat penalti Harry Kane menit 17, Michael Olise menit 41, gol pemain asal Prancis Dayot Upamecano menit 65 dan Luis Diaz menit 68. Secara total, ada sembilan gol dari 13 tembakan dalam pertandingan tersebut.
Ini adalah semifinal Liga Champions dengan skor tertinggi dalam sejarah dan semifinal dengan skor tertinggi ketiga dalam kompetisi Eropa, setelah semifinal tahun 1960 dan 1962.
Pertandingan tersebut mengukir nama kedua tim dalam sejarah kompetisi klub utama Eropa, menempati peringkat kelima di antara pertandingan dengan skor tertinggi.
Namun, skor tersebut masih kalah dari pemegang rekor: Borussia Dortmund mengalahkan Legia Warsawa 8-4 di babak penyisihan grup edisi 2016/17.
Kini, Bayern Munich harus mengalahkan PSG dengan selisih dua gol atau lebih di leg kedua untuk mengamankan tempat mereka di final pada 30 Mei di Hongaria. Kemenangan tipis akan memaksa perpanjangan waktu dan berpotensi, adu penalti.
Kemenangan atau hasil imbang akan membawa tim Prancis itu lolos ke babak selanjutnya dan melanjutkan perjuangan mereka untuk meraih gelar kedua berturut-turut.
PSG sendiri telah mengalahkan Bayern Munich untuk pertama kalinya di Liga Champions sejak 7 April 2021, setelah lima pertandingan tanpa kemenangan.
"Anda melihat dua tim tingkat tinggi dalam permainan menyerang dan transisi. Secara keseluruhan, kita melihat gol-gol mereka, penalti itu terlalu keras tetapi kita bisa saja mengakhiri pertandingan lebih awal,” kata Harry Kane, bomber Bayern.
"Kami berjuang dan kami berhasil kembali ke pertandingan. Saya pikir pertahanan kami luar biasa meskipun ada sembilan gol. Terkadang para penyerang akan unggul tetapi lini belakang luar biasa hari ini. Kami akan pergi ke Allianz Arena tanpa beban, kami berada dalam performa terbaik saat kami bermain intens dan fisik.
Yang akan menentukan adalah siapa yang memanfaatkan momen mereka minggu depan, dengan dukungan penonton, kami berharap itu dapat mendorong kami untuk meraih kemenangan," tegas penyerang timnas Inggris itu.
Editor: Aspian Nur