Sejak meraih kemenangan di ibu kota Prancis itu anak asuh Vincent Kompany tidak hanya bersinar di panggung Eropa, dengan mengumpulkan 11 kemenangan dari 12 laga UCL musim ini, tetapi juga di kancah domestik, dimana mereka baru saja dinobatkan sebagai juara Bundesliga sekali lagi.
Sementara itu, Les Parisiens juga terus menunjukkan peningkatan sejak pertemuan November tersebut. Setelah menyingkirkan AS Monaco di babak play-off fase gugur, klub ibu kota ini keluar sebagai pemenang dari pertarungan melawan Chelsea (menang 8-2 secara agregat) dan Liverpool (menang 4-0 secara agregat), yang berarti Les Rouge et Bleu telah memenangkan lima dari enam pertandingan terakhir mereka di Liga Champions dan akan bertekad untuk melanjutkan tren positif tersebut saat menghadapi Die Roten.
"Kami harus menikmati momen-momen ini karena tidak pernah tahu apakah pertandingan semacam ini akan terulang lagi. Semua pemain siap untuk semifinal ini kecuali Quentin Ndjantou,” jelas Luis Enrique, pelatih PSG. “Setiap pelatih ingin memasuki fase krusial dengan tim dalam kondisi terbaik dan keajaiban Liga Champions memberi energi kepada para pemain. Kami sedang dalam performa yang sangat baik saat ini," tegasnya.
Secara terbuka pelatih asal Spanyol itu mengakui senang dengan Kompany. "Saya menyukai semua pemain mereka, dan Vincent Kompany adalah manajer top, seperti yang dia tunjukkan di Inggris. Saat dia bergabung dengan Bayern, kami langsung melihat seperti apa tim mereka nantinya. Bayern adalah salah satu tim yang paling saya nikmati untuk ditonton karena mereka selalu menyerang. Saya menyukai setiap manajer, tetapi terutama manajer yang berorientasi menyerang dan dia adalah satu diantaranya," sebut Enrique.
Penyerang PSG Khvicha Kvaratskhelia meyakini timnya dalam percaya diri penuh. "Kami memainkan banyak pertandingan musim lalu, jadi kami sedikit lelah di awal musim ini, tetapi sekarang kami dalam kondisi fisik yang prima. Masih ada beberapa pertandingan tersisa di musim ini dan kami harus mengakhirinya dengan cara terbaik," papar Kvaratskhelia.
"Saya pikir ada beberapa penendang penalti yang mumpuni di tim ini, tapi kami belum memutuskan siapa yang akan menendangnya. Secara pribadi, saya masuk ke lapangan, bermain dan memberikan segalanya. Tidak masalah jika saya tidak mencetak gol karena yang saya inginkan adalah keluar dari lapangan setelah memberikan 100 persen," tegasnya.
Pada pertandingan nanti Vincent Kompany akan berada diantara penonton karena menerima kartu kuning ketiganya di musim Liga Champions dalam kemenangan 4-3 atas Real Madrid di leg kedua perempat final yang berarti ia akan menjalani skorsing di pinggir lapangan dalam pertandingan ini.
Aaron Danks akan menggantikan pelatih berusia 40 tahun itu dalam mengelola tim selama pertandingan. “Rencana kami jelas. Saya tahu sampai sejauh mana saya bisa melakukan sesuatu dan bagaimana saya bisa mendukung tim. Ini tentang menghadapinya sebagai sebuah tim. Saya memiliki kepercayaan 100 persen pada staf dan semua orang lainnya,” kata Kompany.
“Ini pertandingan besar bagi kami. Kami benar-benar fokus pada diri kami sendiri dan jelas ingin menang,” bek Bayern asal Prancis, Dayot Upamecano menambahkan.
“Pertandingan selalu sangat ketat ketika kami bermain melawan mereka. Terkadang kami menang, terkadang mereka menang. Bisa saja hasilnya berbeda. Kedua tim memiliki kreativitas yang luar biasa dalam hal permainan posisi dan menemukan solusi. Ini tentang detail, intensitas, dan energi. Kepercayaan diri dan kualitas pemain akan menentukan segalanya,” imbuhnya.
Bayern tiba di Paris tanpa Raphaël Guerreiro (cedera hamstring), Serge Gnabry (cedera adduktor), Lennart Karl (cedera hamstring), dan Tom Bischof (cedera betis) yang dapat bermain.
Sementara PSG kehilangan Quentin Ndjantou (cedera paha), tetapi Achraf Hakimi, Lucas Hernández, Fabián Ruiz, dan Vitinha diperkirakan akan fit untuk kembali bermain.
Editor: Aspian Nur