Seperti yang terjadi sepanjang musim, mereka menunjukkan permainan apik dan bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Stuttgart yang sedang mengejar tiket Liga Champions dengan skor 4-2. Dengan 79 poin, Dortmund tak mungkin mengejar karena baru mengumpulkan 64 poin.
Kemenangan ini menjaga harapan Bayern untuk memenangkan tiga gelar juara alias treble tetap hidup, dengan semifinal melawan Bayer Leverkusen di Piala Jerman dan Paris Saint-Germain di Liga Champions bulan ini.
Ketika Bayern memulai musim dengan menghancurkan RB Leipzig 6-0, itu terasa seperti peringatan dini bagi tim-tim Bundesliga lainnya.
Kapten Inggris Harry Kane, yang mencetak hat-trick, Michael Olise, dan pemain baru Luis Diaz turut mencetak gol saat Bayern mengalahkan tim Ole Werner di kandang sendiri.
Selama 29 pertandingan berikutnya, trio tersebut berkembang menjadi satu diantara lini depan paling tangguh yang pernah dilihat Bundesliga, membawa Bayern mencetak rekor 109 gol sampai saat ini yang mana Kane, Olise dan Diaz mencetak 59 gol diantaranya.
Dalam sejarah Bundesliga, hanya dua tim yang sebelumnya mencapai angka 100 gol - Bayern pada musim 1971-72 dan 2019-20. Fakta tim asuhan Vincent Kompany telah melampaui angka tersebut dengan empat pertandingan tersisa adalah bukti kualitas mereka yang luar biasa dan mentalitas yang tak kenal lelah.
Dengan tiga pertandingan terakhir mereka melawan tim-tim papan bawah, termasuk Wolfsburg yang berada di posisi kedua terbawah dan Heidenheim yang berada di posisi terbawah klasemen, Bayern akan membidik target 120 gol. Namun, bukan hanya di lini serang Bayern unggul musim ini. Juara 35 kali ini juga tampil impresif di lini belakang, hanya kebobolan 29 gol.
Jika mereka memenangkan pertandingan tersisa, mereka akan menyamai rekor poin terbanyak dalam satu musim Bundesliga yaitu 91 poin, yang dicetak oleh Bayern asuhan Jupp Heynckes.
Sangatlah tepat Harry Kane mencetak gol pada pertandingan sore kemarin di Munich. Ada beberapa pemain Bayern yang tampil menonjol musim ini, tetapi tidak ada yang lebih menonjol daripada pemain nomor sembilan asal Inggris itu.
Hanya dua tahun yang lalu Kane dipertanyakan tentang keputusannya untuk pindah ke Jerman ketika Bayern mengakhiri musim tanpa trofi untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.
Namun saat ini Kane tidak hanya membantu timnya kembali ke puncak sepak bola Jerman dengan memenangkan gelar berturut-turut tetapi juga menempatkan dirinya dalam persaingan untuk memenangkan penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola, Ballon d'Or, setelah mencetak 32 gol dalam 27 penampilan Bundesliga musim ini.
Tidak ada pemain di lima liga top Eropa yang mencetak lebih banyak gol daripada Kane yang mencetak 50 gol di semua kompetisi. Sekarang di musim ketiganya di Bayern, Kane juga tampil gemilang di Liga Champions.
Bulan ini ia mencetak gol kandang dan tandang melawan Real Madrid di perempat final untuk membantu Bayern mencapai semifinal untuk pertama kalinya sejak 2024, sekaligus menyamai Frank Lampard sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di babak gugur kompetisi dengan 15 gol.
"Saya bisa mencetak 100 gol musim ini, tetapi jika saya tidak memenangkan Liga Champions atau Piala Dunia, Anda mungkin tidak akan memenangkan Ballon d'Or," kata Kane pada bulan November lalu kepada bbc.com. "Sama halnya dengan pemain mana pun. Anda harus memenangkan trofi-trofi besar tersebut,” imbuhnya.
Jika ia dapat membantu Bayern meraih gelar Liga Champions ketujuh dan memainkan peran utama untuk Inggris di Piala Dunia 2026 musim panas ini, Kane tentu akan memiliki peluang besar untuk menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan Ballon d'Or sejak Michael Owen pada tahun 2001.
Usai juara, perhatian Bayern kini akan beralih untuk menyelesaikan Treble untuk ketiga kalinya dalam sejarah mereka setelah tahun 2013 dan 2020. "Dalam cara kami bermain, kami telah belajar dan berkembang selama 12 bulan terakhir," kata Kane. "Banyak orang lupa tahun lalu adalah tahun pertama Kompany. Kami masih mempelajari cara bermain yang diinginkannya. Kami masih mempelajari berbagai ide darinya. Kami benar-benar telah mengasah ide-idenya sekarang, dan tentu saja kami adalah tim yang lebih baik tahun ini daripada tahun lalu," ucapnya.
Jika Bayern memenangkan dua trofi lagi musim ini, mereka akan menjadi tim putra Eropa pertama yang memenangkan treble tiga kali.
Editor: Aspian Nur