Pasukan Mikel Arteta masih berada di puncak klasemen, namun kini harus berjuang keras mempertahankan posisinya setelah keunggulan sembilan poin mereka menyusut menjadi hanya tiga poin dalam waktu sepekan.
City juga memiliki satu pertandingan lebih sedikit dan bisa menyalip Arsenal dengan mengalahkan Burnley di Turf Moor tiga hari lagi.
Tim asuhan Pep Guardiola biasanya mencapai performa puncaknya pada dua bulan terakhir musim dan kini kembali menunjukkan performa terbaiknya. Namun pelatih asal Spanyol itu merendahkan kemenangan besar tersebut dengan mengatakan: "Kami masih berharap. Tapi kenyataannya, kami memiliki jadwal yang sangat berat dan kami bukan pemuncak klasemen. Sejauh ini mereka adalah tim terbaik di Inggris, tapi kami memperpanjang peluang untuk bertarung hingga akhir. Mereka sangat kompetitif, kami tahu itu. Tapi di saat yang sama, kami juga begitu,” kata Guardiola kepada bbc.com pascalaga. “Klasemen berbicara sendiri. Mereka memang yang terbaik. Selamat untuk para pemain, tapi jangan kehilangan focus,” imbuhnya.
Di Etihad Stadium, Rayan Cherki membuat pendukung City bergemuruh lewat gol impresifnya melewati beberapa pemain tim tamu menit 16. Namun kesalahan fatal kiper The Citizens Gianluigi Donnarumma membuat skor imbang 1-1 hanya dua menit berselang setelah Kai Havertz mencuri bola dari kaki kiper timnas Italia itu. Penyerang timnas Norwegia Erling Haaland akhirnya memastikan tiga poin untuk tuan rumah lewat golnya menit 65. Poin 67 City hanya bermargin tiga dengan The Gunners yang mengemas 70 angka.
Momentum kini jelas berpihak pada City karena mereka hanya kalah sekali dalam 20 pertandingan liga terakhir, sementara Arsenal mulai melemah dengan hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Sejarah menunjukkan City juga tampil luar biasa pada fase musim ini dan hasil-hasil mereka di bulan April di bawah asuhan manajer mereka menjadi kabar gembira bagi para penggemar mereka sekaligus menakutkan bagi para pendukung Arsenal.
Bulan ini tetap menjadi favorit Guardiola dengan rasio kemenangannya kini mencapai 71,4 persen - 2,53 poin per pertandingan - sementara Arteta terus menderita di bulan terburuknya, mengumpulkan 1,48 poin per pertandingan dengan tingkat keberhasilan kemenangan 39,5 persen.
Peluang menurut data dari Opta masih sangat menguntungkan Arsenal, namun peluang mereka turun dari 97 persen menjadi 73 persen dalam seminggu, sementara City melonjak dari 3 persen menjadi memiliki peluang 27 persen untuk mengangkat trofi Premier League.
Musim ini, Arsenal telah memimpin klasemen selama 206 hari, sementara City hanya berada di puncak selama enam hari dan itu terjadi pada pekan pertama musim ini.
Sejak Arteta mengambil alih Arsenal pada 2019, City telah memenangkan Premier League empat kali, namun Arsenal-lah yang telah berada di peringkat pertama dalam periode terlama, yaitu 537 hari, dibandingkan dengan 453 hari milik City. “Kami memiliki keyakinan penuh bahwa kami bisa melakukannya. Di pertandingan ini kami kembali menunjukkan tim seperti apa kami. Semuanya ada di tangan kami dan siap untuk diraih,” tegas Arteta.
Pelatih asal Spanyol itu menambahkan kepada BBC Radio 5 Live. "Kami kehilangan peluang dalam hal hasil. Mereka memiliki satu pertandingan lebih sedikit, kami unggul tiga poin. Pertarungan masih terbuka karena ini adalah Premier League yang baru,” sebutnya.
Dengan enam pertandingan tersisa, City kini mulai benar-benar yakin bahwa gelar juara liga ketujuh dalam sembilan tahun terakhir sudah di depan mata.
Sementara para pemain Arsenal terpuruk di akhir pertandingan, para pemain City berkumpul dalam lingkaran sementara para pendukung di tribun merayakan dengan liar setelah meraih tiga poin penting.
Rombongan pendukung tamu segera meninggalkan Etihad Stadium, sementara para pendukung setia City melompat-lompat mengikuti irama lagu Milky's Just The Way You Are.
Lagu itu kini menjadi soundtrack musim City, dengan liriknya diubah menjadi yel-yel yang catchy untuk pemain baru Rayan Cherki dan Antoine Semenyo.
Editor: Aspian Nur