Menghadapi Real Sociedad di La Cartuja, Sevilla Minggu (19/4/2026) dini hari tadi, Los Rojiblancos kalah lewat drama adu penalti 3-4 setelah dalam waktu normal kedua tim bermain imbang 2-2.
Atlético dua kali berhasil membalikkan ketertinggalan untuk membawa pertandingan ke babak perpanjangan waktu, lalu ke adu penalti, namun Unai Marrero berhasil menahan dua tendangan penalti dalam adu penalti yang menegangkan untuk memastikan Txuri-urdin alias Si Biru Putih, julukan Sociedad, meraih gelar pertama sejak 2020.
Sociedad mengejutkan tim asuhan Diego Simeone ketika mereka mencetak gol tercepat dalam sejarah final Copa del Rey, Ander Barrenetxea menyundul umpan silang Goncalo Guedes ke sudut gawang hanya dalam waktu 14 detik.
Gol tersebut dibalas oleh tendangan rendah yang akurat dari Ademola Lookman pada menit ke-18, namun Mikel Oyarzabal mengembalikan keunggulan tim Basque dari titik penalti di injury time babak pertama menit 45+1 setelah kiper Juan Musso menjatuhkan Guedes saat berusaha menepis bola, membuat skor 1-2 untuk keunggulan Sociedad.
Namun, Atletico mendominasi ancaman gol di babak kedua dan mendapat imbalan atas usaha mereka saat Julian Alvarez melepaskan tendangan spektakuler dari tepi kotak penalti ke sudut atas gawang menit 83.
Kedua tim tak mampu mencetak gol penentu di babak perpanjangan waktu yang melelahkan, berlanjut ke adu penalti.
Real Sociedad akhirnya menang 4-3 untuk merebut gelar Copa del Rey usai Carlos Soler, Luka Susic, Aihen Muñoz dan Pablo Marín berhasil mengeksekusi penalti dengan hanya Orri Oskarsson yang gagal, sementara dua penyerang Atletico yaitu Alexander Sorloth dan Julian Álvarez gagal, hanya Nico González , Thiago Almada dan Alex Baena yang sukses mengeksekusi penalti.
Bagi Atletico Madrid, yang berada di peringkat keempat La Liga dan tertinggal 22 poin dari pemuncak klasemen Barcelona, perhatian kini beralih ke Liga Champions di mana mereka akan menghadapi Arsenal di semi final, dengan leg pertama pada 29 April.
"Pertama, saya ingin mengucapkan selamat kepada lawan kami. Kami bereaksi dengan baik terhadap gol pertama, kemudian melanjutkan dengan tempo lambat. Kemudian babak pertama tiba, kami berdiskusi, dan kami mengubah pendekatan kami, memainkan permainan yang perlu kami mainkan. Kami bisa saja mencetak gol ketiga melalui Johnny atau Baena. Kemudian di babak tambahan waktu, kami masing-masing memiliki peluang: tembakan Julián membentur tiang dan Musso melakukan penyelamatan. Kami bermain sangat baik, tetapi sayangnya, mereka memenangkan adu penalti. Selamat kepada mereka," kata Diego Simeone, pelatih Atletico.
Bagi pelatih Sociedad Pellegrino Matarazzo, ini jadi gelar juara pertama namun berhasil membuat keajaiban. "Sulit untuk dijelaskan. Ini adalah buah dari kerja keras dan komitmen. Semua staf, para pemain dan para penggemar yang dukungannya luar biasa. Sebuah perjalanan yang tak terlupakan dan saya merasa ini baru permulaan," kata Matarazzo.
"Saya sangat bangga menjadi pelatih klub ini. Inilah yang telah kami upayakan selama beberapa hari terakhir,” imbuhnya.
Editor: Aspian Nur