Meski memiliki keunggulan di laga tandang, namun pelatih Bayern, Vincent Kompany, menegaskan tmnya tetap waspada.
"Saya pernah bilang sebelumnya kalau saya selalu tidur sambil memikirkan apa yang harus kami lakukan dengan sangat baik untuk pertandingan berikutnya. Saya berpikir lawan pasti akan mencari cara untuk mengimbangi permainan kami. Dan tentu saja kami membahas apa yang bisa kami lakukan dengan lebih baik Pertandingan menemukan keseimbangan dan pada titik tertentu, keseimbangan itu bergeser ke satu arah. Hingga saat itu kami harus yakin dengan apa yang dilakukan. Itulah mentalitasnya," tegas Kompany.
"Salah satu hal terpenting, tak diragukan lagi, adalah kami sangat menghormati Real. Kami sudah merasa demikian bahkan sebelum pertandingan di Bernabéu, dan kami masih merasa begitu. Kami mempersiapkan diri menghadapi Real dalam performa terbaiknya, seperti yang kami lihat saat melawan Manchester City. Hasil-hasil mereka belakangan ini tidak mencerminkan bakat yang mereka miliki. Mereka tetap salah satu tim terbaik di Eropa. Tapi bagaimana dengan sejarah Barcelona, Atlético, Liverpool, Bayern, Arsenal? Semua orang bisa menceritakan kisah saat mereka melakukan hal yang luar biasa. Kami juga bisa! Saat kami kalah dari Inter dan bertandang ke Milan, kami 100 persen yakin bisa menang. Real merasakan hal yang sama sekarang. Tapi kami juga tahu cara melukai mereka. Saya yakin kami bisa menang," paparnya.
Pelatih Madrid Alvaro Arbeloa tak kalah percaya diri dengan tuan rumah. “Kami bisa melakukannya, kami yakin akan hal itu,” tegas Arbeloa. “Ini adalah final, dan kita akan memberikan segalanya untuk menang," imbuhnya.
“Saya tidak berpikir kita perlu melakukan keajaiban. Jika kami menang beberapa hari lalu, itu tidak akan mengejutkan. Kiper mereka adalah MVP, yang menunjukkan peluang yang kami miliki. Siapa pun yang mengenal Real Madrid tidak menganggap menang di sini sebagai keajaiban,” ucap Arbeloa lagi.
Pada pertandingan lain, Arsenal jadi satu-satunya wakil Inggris diajang ini setelah Liverpool tersingkir. The Gunners memiliki keunggulan satu gol tandang pekan lalu di markas Sporting CF di Lisbon, Portugal saat menjamu sang lawan di Emirates Stadium dini hari nanti.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta menginginkan timnya bermain dengan "semangat membara" saat mereka bersiap menghadapi salah satu pekan terpenting dalam beberapa tahun terakhir demi mempertahankan tiket ke semifinal . Itu adalah satu-satunya kemenangan bagi pemimpin klasemen Premier League dalam empat pertandingan terakhir mereka, setelah kalah di ketiga kompetisi domestik. Pada hari Minggu nanti mereka akan mengunjungi Manchester City, pesaing terdekat mereka dalam perebutan gelar juara.
"Semangat membara, itulah yang ingin saya lihat dari para pemain, orang-orang, dan diri saya sendiri. Kesempatan ini luar biasa," kata Arteta.
Arsenal merasakan rentetan hasil buruk mereka baru-baru ini, dikalahkan oleh Manchester City di final Piala Carabao, tim Championship Southampton di perempat final Piala FA dan di kandang sendiri oleh Bournemouth di liga akhir pekan tadi.
Dari harapan meraih Quadruple yang belum pernah terjadi sebelumnya, kekalahan-kekalahan tersebut telah mengurangi peluang mereka meraih trofi dari empat menjadi dua, sementara keunggulan mereka di puncak klasemen telah berkurang menjadi enam poin, dengan tim asuhan Pep Guardiola juga memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan.
"Pelatih berbicara dengan baik, dia bersemangat, dan Anda dapat melihat semangat yang ada di mata dan pikirannya, dan itu telah ditanamkan ke seluruh klub. Terlepas dari apa yang dikatakan orang di luar sana, ini tentang kami dan apa yang kami lakukan, dan hanya itu yang penting," kata penyerang Arsenal Eberechi Eze.
Pelatih Sporting CF Rui Borges mengaku laga nanti akan sangat sulit. "Itu adalah pertandingan yang sulit dan ketat. Kami tahu pertandingan Liga Champions UEFA selalu sangat sulit bagi kami dan itulah poin utama yang kami bahas dalam rapat tim. Kami sangat menyadari hal itu. Kami harus bersaing," tegas Borges.
Editor: Aspian Nur