Di Kota Madrid, tuan rumah mendapat tekanan sejak menit awal dan langsung tertinggal 0-2 setelah Lamine Yamal mencetak gol pembuka menit 4 digandakan Ferran Torres menit 24. Namun serangan balik cepat Los Rojiblancos membuat mereka memperkecil ketinggalan 1-2 lewat gol mantan pemain Atalanta, Ademola Lookman menit 31 memanfaatkan assist Marcos Llorente.
Pressure ketat Barcelona yang memainkan pola pertahanan tinggi berbuah petaka ketika Eric Garcia kena kartu merah menit 79 setelah menjegal Alexander Sorloth yang melaju ke arah gawang Blaugrana.
Ferran Torres sempat mengira ia telah mencetak gol ketiga Barca menyambut bola pantulan di kotak penalti dengan tendangan voli, namun setelah pemeriksaan VAR, golnya dianulir karena offside.
Skor 1-2 bertahan hingga bubaran dan Atletico akan menghadapi Arsenal atau Sporting CP di semifinal saat mereka berusaha mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2016. “Sudah 14 tahun berlalu. Melihat tim ini masih bersaing membuat saya bersemangat,” kata pelatih Atletico, Diego Simeone.
"Para pemain telah berganti, kami telah memulai dari awal berkali-kali, dan kini kami kembali berada di empat besar Eropa. Bermain di semifinal Liga Champions, sungguh luar biasa. Kami akan pergi ke sana dengan penuh semangat dan keyakinan. Kami tahu kekuatan dan kelemahan kami. Kami siap, kami akan pergi ke sana untuk menemukan apa yang telah kami cari selama bertahun-tahun,” tegas pria Argentina itu.
Sementara setelah menderita kekalahan menyakitkan di semifinal melawan Inter Milan musim lalu, penantian Barcelona untuk penampilan final pertama sejak 2015 akan berlanjut setidaknya satu tahun lagi.
"Kami fantastis di babak pertama, tetapi jelas kami harus mencetak lebih banyak gol," kata pelatih Barca Hansi Flick, yang terus menekankan hal positif:
"Kami bermain sangat baik dan kami harus bermain dengan 10 pemain. Tim bermain luar biasa," ujarnya.
"Meskipun tersingkir, kami harus terus bermain seperti ini. Ada banyak orang yang kecewa dan itu normal. Memenangkan Liga Champions sangat penting dan saya pikir kami sedang menuju ke sana. Masih ada ruang untuk perbaikan dan itulah yang harus kami lakukan. Saya menghargai apa yang telah saya lihat. Jelas kami tidak beruntung, tetapi begitulah adanya dan kami harus menerimanya. Kami memiliki tim muda dan mereka akan menjadi lebih baik. Senang membicarakan apa yang telah mereka lakukan dan kita harus bangga akan hal itu. Kami kecewa, tetapi kami akan kembali," pungkas Flick sambil mengalihkan fokusnya ke sisa musim ini: "Langkah selanjutnya adalah memenangkan liga. Kami ingin memenangkannya dan tidak masalah kapan, tetapi kami ingin memenangkannya sesegera mungkin."
Saat Atletico akan mengalihkan perhatian mereka ke final Copa del Rey melawan Real Sociedad di Seville akhir pekan ini, Barcelona memiliki waktu seminggu untuk mempersiapkan diri menjelang laga kandang melawan Celta Vigo di La Liga.
Di Anfield Stadium, brace penyerang PSG Ousmane Dembele membungkam Liverpool yang meski bermain lebih baik dibanding leg pertama namun tetap tak bisa mencetak gol. Les Parisiens memasuki leg kedua dengan keunggulan dua gol tetapi harus bekerja keras di Anfield yang riuh hingga Dembele mencetak gol pada menit ke-72 dengan penyelesaian kaki kiri yang indah. Di waktu tambahan, pemenang Ballon d'Or itu menambahkan gol kedua.
Didukung oleh sorak sorai penonton, Liverpool berusaha keras untuk melakukan comeback Eropa yang tak terlupakan lainnya, tetapi tim asuhan Arne Slot gagal mencetak gol melawan juara bertahan Liga Champions dan, untuk musim kedua berturut-turut, mereka tersingkir oleh PSG.
Ini adalah kekalahan ke-17 Liverpool musim ini, tetapi terjadi setelah salah satu penampilan terbaik mereka. "Itu adalah pertandingan yang intens antara dua tim yang memainkan sepak bola yang sangat bagus," kata pelatih kepala PSG, Luis Enrique.
Bagi Liverpool, tidak ada rasa malu tersingkir oleh PSG. "Tentu saja kami sangat kecewa karena saya pikir ada bagian di babak kedua dimana kami bisa merasakan 'jika kita bisa mencetak gol sekarang, ini bisa menjadi malam yang sangat istimewa'," kata Slot.
"Tetapi masa depan terlihat sangat cerah untuk tim ini, untuk klub ini. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat bersaing dengan juara Eropa di stadion kami. Untuk menjadi tim yang dominan, tidak banyak tim yang dapat mendominasi melawan PSG dan menciptakan peluang sebanyak yang kami lakukan," tambahnya.
Editor: Aspian Nur