Tim asuhan Pep Guardiola tampil ceroboh di babak pertama namun memulai babak kedua dengan lebih berani dan memecah kebuntuan pada menit ke-51 ketika Ryan Cherki melepaskan umpan silang yang disundul dengan keras oleh Nico O'Reilly.
Cherki, pemain timnas prancis itu, kembali menjadi penyedia assist enam menit kemudian, memberikan umpan terobosan kepada mantan pemain Chelsea Marc Guehi yang melepaskan tendangan rendah ke sudut jauh, memicu perayaan meriah di depan tribun tamu. Chelsea semakin terpuruk saat Moises Caicedo kehilangan bola di area pertahanannya sendiri yang membuat Jeremy Doku menerobos ke depan dan mencetak gol dengan tenang untuk mengamankan tiga poin.
Pada laga ini, gol bek Chelsea Marc Cucurella dianulir karena offside dan tendangan rendah Pedro Neto ditepis oleh Gianluigi Donnarumma. Tim asuhan Liam Rosenior menelan kekalahan liga ketiga berturut-turut d Premier League. City selanjutnya akan menjamu Arsenal di Etihad Stadium pekan depan dalam laga besar di puncak klasemen sementara Chelsea menjamu Manchester United.
The Citizens tampil apik dalam tiga laga terakhir, mencetak sembilan gol melawan Arsenal, Liverpool dan Chelsea tanpa kebobolan, sekaligus meraih trofi Carabao Cup dan lolos ke semifinal Piala FA selama periode tersebut. "Kami telah menjalani tiga pertandingan yang bagus, tetapi tim terbaik di Inggris adalah Arsenal dan tim terbaik di Eropa adalah Arsenal," kata Guardiola.
"Angka-angka itu menunjukkan konsistensi yang mereka miliki. Kami akan mempersiapkan diri dengan baik pekan ini, menyesuaikan diri dari final Carabao Cup dan apa yang harus kami lakukan bersama para pemain untuk tampil baik. Yang menentukan sebuah tim adalah cara bermainnya," tegas Guardiola.
Sementara itu tekanan sudah mulai menumpuk pada Liam Rosenior usai kekalahan ini karena berturut-turut kalah tiga kali tanpa mencetak gol. Terakhir kali hal itu terjadi pada Chelsea adalah pada Maret 1998. “Saya di sini,” kata Rosenior.
"Saya harus menang saat ini. Ini adalah klub sepak bola besar. Saat pertama kali datang, saya tidak pernah meminta banyak waktu karena saya memahami klub ini. Saya memahami tradisi dan sejarah klub ini. Saya ingin memiliki waktu itu dan saya yakin bahwa, dalam waktu tersebut, Anda dapat menciptakan sesuatu yang sangat, sangat istimewa dalam waktu yang dibutuhkan, bahkan seseorang yang berpengalaman seperti Pep (Guardiola) atau Jurgen Klopp ketika ia memenangkan gelar di Liverpool, mereka memiliki waktu satu tahun untuk menyelesaikan berbagai hal," sebut Rosenior.
"Saat ini kami masih dalam persaingan untuk Liga Champions. Kami masih memiliki peluang untuk memenangkan Piala FA. Saya harus mengubahnya sekarang. Saya bukan manajer yang bersembunyi di balik alasan ‘mungkin kita perlu melakukan sesuatu dengan pemain lain di bursa transfer’. Saya harus mengubahnya sekarang. Itulah mengapa saya ada di sini," paparnya.
Statistik menunjukkan April adalah bulan paling produktif bagi Guardiola dan bulan terburuk bagi Arteta dan hasil dari kedua rival perebutan gelar ini pada akhir pekan lalu membuktikannya.
City pernah menjadi pemburu sebelumnya dan merasa nyaman dalam peran itu - seperti yang sangat dipahami oleh Arsenal.
Pada musim 2022-23, The Gunners menjadi tim yang menghabiskan hari terbanyak (248) di puncak klasemen Liga Premier tanpa berhasil memenangkannya. Mereka unggul lima poin setelah 32 pertandingan pada musim itu, tetapi City, yang memiliki dua pertandingan lebih sedikit, berhasil mengejar ketertinggalan.
Guardiola - dan Arteta - pernah mengalami situasi ini sebelumnya. Satu hal yang bisa dibilang menguntungkan Arsenal adalah jadwal pertandingan sisa mereka. Meskipun laga pekan depan tetap menjadi pertandingan yang paling dinanti, lima pertandingan tersisa The Gunners akan melawan tim-tim di paruh bawah klasemen.
Sementara City harus menghadapi Everton dan Brentford yang sedang berjuang untuk lolos ke kompetisi Eropa serta menutup musim dengan menjamu Aston Villa, salah satu pesaing di Liga Champions. "Kalau mereka mengalahkan kami, semuanya berakhir; jika kami imbang, juga begitu," kata Guardiola.
Jika City mampu menang dan semakin memperkecil selisih poin antara kedua tim, mereka sebenarnya bisa berada di puncak klasemen saat Arsenal bertanding berikutnya di Emirates Stadium. City akan bertandang ke Burnley untuk pertandingan tunda mereka pada Rabu, 22 April pekan depan. Kemenangan lain dalam pertandingan tersebut akan membawa mereka ke puncak klasemen dengan lima pertandingan tersisa.
Editor: Aspian Nur