Tim tamu belum pernah menang di Nou Camp sejak 2006 berhasil memutus catatan buruk itu jelang turun minum. Pelanggaran yang dilakukan pemain Barcelona Pau Cubarsi terhadap Giuliano Simeone menjadi titik balik laga ini.
Bek tersebut awalnya diberi kartu kuning oleh wasit Istvan Kovacs setelah menjatuhkan Simeone saat ia menerobos satu lawan satu, namun keputusan itu diubah menjadi kartu merah setelah Kovacs diminta oleh asisten wasit video untuk meninjau insiden tersebut di monitor pinggir lapangan.
Alvarez kemudian memperparah penderitaan Barcelona dengan mengeksekusi tendangan bebas secara brilian, melesat melewati jangkauan kiper dan masuk ke gawang menit ke-45.
Meski bermain dengan 10 orang dan mendominasi babak kedua, Barcelona justru mendapat pukulan telak saat Atletico mencetak gol kedua dari sontekan Alexander Sorloth yang menyambar bola dari umpan silang rendah Matteo Ruggeri menit ke-70.
"Kami kalah 2-0, tapi kami masih punya peluang bagus di Madrid. Kami tidak menyerah, kami masih punya peluang,” tegas Manajer Barcelona Hansi Flick kepada Marca usai pertandingan.
Bek Barcelona Ronald Araujo menegaskan timnya sudah berjuang keras. "Kami sudah berusaha, tetapi tidak berhasil. Kami tampil lebih kuat di babak kedua dengan satu pemain kurang, kami menguasai bola tetapi tidak mampu mencetak gol. Kami sedih atas kekalahan ini, tetapi saya pikir kami bisa membalikkan keadaan pada leg kedua," ujar Araujo.
"Kartu merah itu menjadi faktor penentu. Kami menciptakan peluang. Rashford punya peluang, kami bisa saja mencetak gol dan itu akan mengubah jalannya pertandingan. Kami sudah berusaha, tidak ada yang perlu dicela dari tim ini," imbuhnya.
Sementara penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez menegaskan kalau timnya tidak boleh terlalu gembira dengan hasil ini. "Hasilnya penting, tetapi belum berakhir. Masih ada 90 menit lagi. Meskipun kami tahu keuntungan yang kami miliki sekarang tapi kami harus memanfaatkannya di kandang sendiri dan itu tidak akan mudah,” ujar penyerang timnas Argentina itu.
"Kami belum pernah menang di Camp Nou. Ini sangat sulit. Mereka mungkin tim terbaik di Eropa bersama PSG dan Bayern. Melalui kerja sama tim yang baik, kami mampu menyulitkan mereka di momen-momen penting pertandingan. Gol kedua memberi kami lebih banyak kepercayaan diri, dan sayang sekali kami tidak bisa memanfaatkan keunggulan yang mereka miliki pekan lalu, yang kami miliki hari ini," sebut Alvarez yang jadi pemain terbaik pada laga ini.
sementara itu asa Liverpool di Liga Champions kini berada di ujung tanduk setelah menelan kekalahan yang mematahkan semangat dari juara Eropa bertahan Paris St-Germain di Parc des Princess.
Tendangan Desire Doue yang membentur pemain lawan melambung melewati kepala kiper Liverpool Giorgi Mamardashvili membuka kemenangan tuan rumah menit 11, dilanjutkan dengan gol Khvicha Kvaratskhelia menit 65.
Tim tamu gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, harus berjuang keras untuk tetap bertahan di kompetisi ini pada leg kedua perempat final di Anfield pekan depan.
Manajer Liverpool Arne Slot dalam wawancara dengan TNT Sports menyebut timnya beruntung meski kalah. “Kalau melihat keseluruhan pertandingan, saya rasa kami beruntung hanya kalah dua gol. Gol pertama terasa menyakitkan. Saya pikir ini sangat baik bagi kami karena kami masih bertahan di babak ini; kami bisa menjamu mereka di Anfield, dan kami tahu betapa menguntungkannya Anfield bagi kami,” tegasnya.
Kapten Liverpool Virgil van Dijk mengakui timnya harus bekerja keras di leg kedua. “Kami harus benar-benar sempurna. Semoga para pendukung kami bisa berperan besar dalam hal itu. Para pendukung kami adalah tulang punggung klub dan semoga mereka bisa mendukung kami,” harapnya.
Editor: Aspian Nur