Keunikan manuskrip ini terletak pada kenyataan ini adalah satu-satunya salinan yang masih ada dari edisi dua jilid, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1594 di Denmark, dua dekade setelah kematian penerjemahnya Mattis Størssøn, seorang tokoh kunci dalam membawa cerita-cerita Norse Kuno ke dalam bahasa modern di Norwegia barat daya.
Salinan tersebut, yang dibeli dari Johan Fredrik Odfjell, seorang pengusaha dan pencinta buku asal Norwegia, melalui SD Auction pada akhir tahun 2025, tetap anonim hingga donasi tersebut diumumkan secara publik oleh pemerintah kota Time pada tanggal 24 Maret.
Donasi tersebut mencakup klausul yang mengharuskan buku tersebut tetap terbuka dan dapat diakses oleh publik di perpustakaan kota, sehingga siapa pun dapat membaca tentang leluhur dan geografi wilayah tersebut, khususnya Bryne dan distrik Jæren .
“Saya ingin buku ini selalu tetap terbuka sehingga orang-orang dapat membaca tentang mereka yang berasal dari tempat saya berasal, Bryne dan Jæren. Lebih mudah untuk tertarik membaca ketika Anda dapat mengenali diri Anda sendiri dalam orang-orang dan tempat-tempat yang dibicarakan,” kata Haaland melansir dari laman Artnet News Selasa (7/4/2026) hari ini.
Karya yang disajikan adalah terjemahan karya Mattis Størssøn , seorang pejabat istana abad ke-16 dan pelopor dalam mengadaptasi saga-saga Norse kuno ke dalam bahasa kontemporer. Volume ini berisi terjemahan tidak hanya dari saga-saga terkenal karya Snorri Sturluson —seorang penyair dan politikus Islandia abad ke-13 yang kroniknya menelusuri sejarah Norwegia dari mitos penciptaan hingga konflik kerajaan abad pertengahan tetapi juga dari Saga Sverri dan Saga Hákon Hákonarson.
Wali Kota Time, Andreas Vollsund , menekankan pentingnya aspek pendidikan dari apa yang dilakukan Haaland. “Kami sangat berterima kasih atas hadiah yang sangat murah hati ini. Erling dan Alfie memberi kami kesempatan untuk melakukan salah satu hal terpenting bagi kaum muda kami: memberi mereka kegembiraan membaca,” katanya.
Sebagai bagian dari donasi tersebut, pemerintah kota telah menyelenggarakan kompetisi membaca untuk siswa sekolah dasar dan menengah, dengan pemenangnya menerima undangan untuk menghadiri pertandingan tim nasional Norwegia di Stadion Ullevaal di Oslo.
Aksi sosial Haaland juga memiliki komponen aspiratif. Pemain berusia 25 tahun bola yang akan mewakili Norwegia di Piala Dunia 2026 mendatang di Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat ini menyatakan dalam pesannya kalau dirinya cukup beruntung dapat mewujudkan impian melalui sepak bola. “Dan saya tahu tidak semua orang memiliki kesempatan itu. Buku menawarkan lebih banyak kesempatan untuk bermimpi besar, melihat kemungkinan baru, dan menemukan jalan mereka sendiri,” ujar Haaland.
Editor: Aspian Nur