Batigol, julukannya saat masih aktif di lapangan hijau, bahkan blak-blakan ketika menyinggung kematian Maradona pada November 2020. "Dia meninggal sendirian seperti anjing," ratapnya.
“Tidak ada yang melarangnya (mengkonsumsi obat-obatan) ketika dia masih muda. Semuanya baik-baik saja. Itu adalah kesalahan besar,” uca Bati tentang pemain yang satu tim dengannya di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. “Sangat berbahaya bagi seorang manusia untuk memiliki hal seperti itu,” imbuhnya.
“Sungguh disayangkan, karena dia adalah orang yang hebat. Dan dia meninggal sendirian. Tidak ada seorang pun bersamanya. Dia meninggal seperti anjing . Aku juga mengutuk diriku sendiri, karena aku sepertinya jadi satu diantara pendukungnya padahal kami bisa membantunya,” kata Bati dengan mengejutkan.
Untuk menunjukkan apresiasinya terhadap Maradona, mantan striker kelahiran Reconquista, Santa Fe berusia 57 tahun itu membuat perbandingan yang berani dengan Lionel Messi. “Maradona dan Messi berbeda. Messi mencetak 1.000 gol dan Maradona, 200. Messi adalah orang yang tenang, Maradona tidak. Maradona adalah dan tetap yang terbaik, karena dia bisa bermain, dia bisa mengendalikan wasit, lawan, dia mampu melakukan hal-hal luar biasa. Messi bisa melakukannya, tetapi saya pikir dia tidak memiliki karisma yang sama ,” ungkapnya.
Bati juga berbicara tentang operasi penggantian pergelangan kaki kiri yang ia jalani pada tahun 2019 untuk kembali menjalani kehidupan normal setelah bertahun-tahun menderita, hingga sampai pada titik di mana ia kesulitan bahkan untuk bangun dari tempat tidur.
“Aku tidak ingin merasakan sakit lagi, selamanya. Karena itu sungguh luar biasa. Aku bahkan tidak bisa tidur, karena setiap kali aku menggerakkan pergelangan kakiku, bahkan gerakan kecil sekalipun, rasanya sangat sakit. Tidak masalah apakah kamu punya dua kaki atau dua kaki palsu. Aku tidak ingin merasakan sakit,” paparnya.
Rio Ferdinand mengungkapkan kekagumannya kepada Batistuta. “Pertandingan pertama yang pernah saya mainkan melawan superstar dunia sekaliber Anda adalah melawan Anda. Dan jujur saja, saya sangat gugup sebelum pertandingan. Saya berpikir, 'Tolong, setelah pertandingan, saya akan bertukar kaus.' Itu adalah pertandingan yang luar biasa bagi kami, tetapi Anda tampil hebat melawan Inggris,” puji mantan bek tengah itu.
“Ya, itu terjadi pada tahun 1998,” sang striker membenarkan dan mencetak gol pada laga yang berkesudahan 2-2 it di Piala Dunia 1998 di Prancis. “Ya, tetapi kami lolos melalui adu penalti. Itu pertandingan yang bagus, saya mencetak gol, setelah dua atau tiga menit—sebenarnya tujuh menit. Sebuah penalti. Dan putra saya (Joaquín) lahir pada hari pertandingan itu ,” kenangnya.
Di Piala Dunia itu, Argentina tersingkir di perempat final oleh Belanda. Batistuta bermain di satu Piala Dunia lagi, yaitu turnamen 2002, di tahun yang mengecewakan itu dengan Bielsa sebagai pelatih, yang tersingkir di babak penyisihan grup meskipun menjadi pesaing kuat di Korea-Jepang.
Batistuta juga memilih lima pemain sepak bola terbaik yang pernah bermain bersamanya. Tiga di antaranya adalah pemain Argentina: “Diego Maradona, Claudio Caniggia, Fernando Redondo, Francesco Totti dan Cafu,” ucapnya.
Editor: Aspian Nur