Gli Azzurri akan menghadapi Irlandia Utara namun dihantui rekor buruk dibabak playoff Piala Dunia zona Eropa, catatan kelam yang sulit terlupakan di dua edisi terakhir.
Pada 2018, Italia tersingkir oleh Swedia di babak playoff. Empat tahun berselang, mereka kembali gagal tampil di Piala Dunia 2022 usai kalah dari Makedonia Utara.
Pada playoff Piala Dunia 2026 ini Italia menempati jalur A dan akan menghadapi Irlandia Utara pada babak semifinal. Jika berhasil menang di semifinal, Italia akan bersua pemenang antara Wales vs Bosnia & Herzegovina di partai penentu.
Pada edisi kali ini, format turnamen berubah dan hanya bertemu satu leg. Artinya, tim arahan Gennaro Gattuso tidak boleh melakukan kesalahan untuk mengamankan tiket ke Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
Italia menjamu Irlandia Utara di New Balance Arena, Bergamo dan aib bakal membesar jika Italia hattrick gagal mentas di Piala Dunia.
Namun sejarah pertemuan kedua tim menunjukkan dominasi Italia atas Irlandia Utara dimana Si Biru memenangkan semua tujuh pertemuan terakhir di kandang dengan agregat skor 16-2. Pertemuan terakhir di 2021 berakhir imbang 0-0, yang menghalangi langkah Italia untuk lolos otomatis ke Piala Dunia Qatar 2022.
Pelatih Italia Gennaro Gattuso dipusingkan dengan bakal absennya jenderal lini tengah, Sandro Tonali. Untungnya, Moise Kean dan Mateo Retegui tetap bisa bermain di barisan penyerang.
“Selama tujuh bulan terakhir, tepat sebelum saya tidur dan begitu saya bangun saya mendengar kalimat “bawa kami ke Piala Dunia.” Saya tidak ingin percaya itu bisa salah. Saya ingin berpikir positif, berpikir besar. Kami butuh ketenangan dan kesadaran menghadapi lawan yang bermain dengan intensitas nyata. Kami harus lolos ke Piala Dunia ini, tempat di mana kita pernah berada selama bertahun-tahun, dan melakukannya sebagai pesaing utama,” kata Gatusso melansir dari laman resmi FIGC Kamis (26/3/2026) hari ini.
Gattuso juga mengklarifikasi segala keraguan yang muncul dalam 24 jam terakhir terkait pemain yang cedera. “Hanya dua pemain yang perlu dievaluasi, yaitu Bastoni dan Scamacca, sisanya siap diturunkan,” tegasnya.
Karena pertandingan bisa berlangsung lebih dari sembilan puluh menit, Azzurri juga berlatih tendangan penalty. “Penendang penalti utama kami adalah Retegui, dia yang mengambil penalti terakhir. Kemarin, setiap pemain mengambil tiga tendangan masing-masing; kami mempersiapkan diri jika pertandingan harus ditentukan lewat adu penalty,” sebutnya.
Mateo Retegui sangat memahami kehangatan suporter Bergamo. Sebagai pencetak gol terbanyak Atalanta pada musim 2024/25 dengan 25 gol—rekor klub untuk gol dalam satu musim Serie A—ia merayakan di hadapan mantan suporternya enam bulan lalu dengan mencetak dua gol melawan Estonia, dan besok ia berharap bisa melakukannya lagi. “Kembali ke Bergamo selalu istimewa. Kota ini sangat berarti bagi saya. Tahun lalu, saya mengalami momen-momen luar biasa di sini, dan kami bermain sangat baik melawan Estonia. Stadion ini memberi saya motivasi ekstra,” ujar Retegui.
Di sisi lain, Irlandia Utara datang dengan harapan mengukir sejarah dengan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam empat dekade. Setelah menempati posisi ketiga di Grup A, mereka memperoleh tiket ke playoff berkat performa di UEFA Nations League.
Walaupun hanya mampu mengalahkan tim-tim kecil dalam laga tandang terakhir, pelatih Michael O’Neill yakin dengan potensi skuad mudanya untuk memberikan kejutan di tanah Italia.
"Kami harus percaya diri, karena jika kita sendiri tidak percaya, tidak ada orang lain yang akan percaya. Kita telah menghadapi banyak kesulitan dan berhasil mengatasinya dengan baik. Kita adalah tim muda yang sedang berkembang, dan kami punya lebih banyak hal yang bisa diraih daripada yang bisa hilang. Kami tahu akan sangat sulit untuk menang, tetapi kami bangga masih berada dalam persaingan. Saya tidak mengharapkan pertandingan dengan banyak gol; kita harus tampil sempurna di lini pertahanan dan memanfaatkan peluang sebaik-baiknya," ujar O’Neill.
O'Neill sedang menjalani masa jabatan keduanya bersama timnas Irlandia Utara. Ia pernah memimpin timnas tersebut selama sembilan tahun antara 2011 dan 2020, dan berhasil membawa timnya ke Kejuaraan Eropa 2016. Kini ia berada di ambang momen bersejarah: pertama-tama ia harus mengalahkan Italia, lalu pemenang dari pertandingan antara Wales dan Bosnia-Herzegovina. Jika berhasil, ia akan membawa timnya ke Piala Dunia, sebuah misi yang nyaris tak terduga mengingat dua pemain terbaik dalam skuad, Conor Bradley dan Dan Ballard, tidak akan tersedia.
Selain laga Italia kontra Irlandia Utara, di Grup B akan mempertemukan Ukraina vs Swedia dan Polandia vs Albania. Grup C bakal menyajikan persaingan Slovakia vs Kosovo dan Turki vs Romania.
Persaingan di Grup D tak kalah sengit. Republik Ceko akan menghadapi Irlandia, sementara Denmark ditantang Makedonia Utara. Tim pemenang bakal bertemu di final untuk memperebutkan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.
Jadwal Playoff Piala Dunia 2026 Zona Eropa
Kamis, 27 Maret 2026 Dini Hari
Italia vs Irlandia Utara
Wales vs Bosnia-Herzegovina
Ukraina vs Swedia
Polandia vs Albania
Turki vs Rumania
Slovakia vs Kosovo
Denmark vs Makedonia Utara
Ceko vs Republik Irlandia
Editor: Aspian Nur