Bagi seorang penggemar City sejak kecil yang mencetak dua gol di Stadion Wembley, kisah dongeng ini telah menciptakan momen tak terlupakan bagi sang pemain, manajer Pep Guardiola dan para pendukung.
O'Reilly dipanggil ke tim City musim lalu untuk membantu mengatasi krisis cedera di lini belakang dan telah memanfaatkan kesempatan tersebut yang mana kini ia meraih trofi besar setelah menampilkan performa yang tak akan pernah ia lupakan.
“Perasaan yang luar biasa,” kata O'Reilly kepada Sky Sports. “Memenangkan final, mengalahkan Arsena,, kami tahu seberapa hebat mereka. Kami harus membangun momentum ini, ini akan memberi kami dorongan yang baik. Ini sungguh menggembirakan,” sebut pemain berusia 21 tahun itu.
Guardiola ikut berkomentar tentang dampak O'Reilly pada tim. “Dia sangat mengejutkan bahkan bagi saya, musim yang dia jalani sejauh ini sungguh luar biasa,” ucap sang pelatih.
Muncul di saat yang tepat, itulah O’Reilly. Dengan kode telepon ‘0161’ yang terukir di tubuhnya, O'Reilly tampil gemilang di panggung besar saat City membutuhkan seorang pahlawan untuk tampil, bukan Erling Haaland bukan pula Antoine Semenyo yang jadi andalan dalam urusan mencetak gol.
Gol pertamanya adalah gol termudah yang mungkin pernah ia cetak sepanjang kariernya, saat ia membungkuk di dekat garis gawang untuk menyundul bola ke gawang setelah Kepa Arrizabalaga gagal mengendalikan bola yang bergulir ke arahnya.
Gol kedua hanya empat menit kemudian adalah sundulan yang ditempatkan dengan brilian dari umpan silang Matheus Nunes, yang secara efektif memastikan kemenangan bagi Guardiola yang bersuka cita dan menari kegembiraan di pinggir lapangan.
O'Reilly menerima pujian dari para penggemar City setelah mencetak gol-gol tersebut, dan ini akan menjadi perayaan ganda akhir pekan ini setelah ia genap berusia 21 tahun akhir pekan ini.
Pemain yang lebih muda dari O'Reilly yang pernah mencetak dua gol di final kompetisi ini hanyalah Wayne Rooney (20 tahun) untuk Manchester United pada 2006 dan Ronnie Whelan dari Liverpool pada 1982.
Pemain asal Inggris ini menambah jumlah golnya menjadi delapan musim ini. "Sedikit tak percaya melihat semua suporter bersorak seperti itu saat saya mencetak gol-gol itu. Rasanya benar-benar luar biasa dan akhir pekan ulang tahun yang hebat,” ucap pemain asal Inggris itu. “Seluruh keluargaku datang menyaksikan pertandingan ini. Mereka semua ada di tribun dan aku tahu mereka pasti sangat bersemangat. Aku tidak sabar untuk merayakannya bersama mereka,” ungkapnya.
Ini juga merupakan brace penentu kemenangan kedua O'Reilly musim ini, setelah mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 di Premier League melawan Newcastle sebulan lalu.
O'Reilly telah mengoleksi dua caps internasional bersama timnas Inggris sejauh ini dan penampilannya akan membuatnya menjadi kandidat serius untuk menjadi starter saat manajer Three Lions Thomas Tuchel memilih timnya untuk laga pembuka turnamen melawan Kroasia pada 17 Juni.
"Mungkin dia adalah rekrutan terbaik musim ini. Saat kami memulai musim, kami melakukan percakapan panjang dengannya. Dia mulai bermain sebagai bek kiri dan sangat mengesankan,” ucap Guadiola.
“Dia bisa bermain di banyak posisi, dia adalah pemain di sepertiga akhir lapangan di posisi yang dia sukai. Dia mencetak dua gol yang fantastis,” jelas pria asal Spanyol itu.
Editor: Aspian Nur