"Saya ingin meminta maaf kepada anak pengambil bola. Saya sudah berbicara dengannya. Kami sedang kalah dan dalam emosi pertandingan, saya ingin mendapatkan bola dengan cepat dan saya mendorongnya sedikit,” jelas Pedro ketika ditanya tentang insiden tersebut di TNT Sports.
"Saya bukan orang seperti ini. Itu terjadi dalam panasnya situasi dan saya ingin meminta maaf. Saya memberinya kaos saya. Saya benar-benar menyesal tentang hal ini, saya merasa harus meminta maaf kepadanya. Bahasa Prancis saya tidak terlalu baik, dan (rekan setim Portugal) Vitinha datang dan mengatakan kepadanya saya tidak seperti ini,” ungkap Pedro yang juga pemain timnas Portugal.
"Pada akhirnya, dia [anak pengambil bola] tertawa dan saya memberikan kaos saya kepadanya serta meminta maaf sekitar 35 kali. Dia bisa melihat apa yang terjadi dan merasa senang dengan situasi tersebut," ucap pemain berusia 26 tahun itu
Tidak jelas apakah Neto akan menghadapi hukuman lebih lanjut dari UEFA. Pelatih Chelsea Liam Rosenior mengulang permintaan maaf Pedro. "Saya melihat ada pertengkaran dengan anak bola. Tapi jika ada hal dari pihak kami yang salah atau tidak pantas, saya meminta maaf atas nama klub,” kata Liam. "Tapi saya pikir Pedro sudah melakukannya dalam wawancara. Saya benar-benar belum melihatnya kembali," ucap sang pelatih.
Situasi Neto mengingatkan kembali pada Januari 2013 ketika ikon Chelsea Eden Hazard terlibat insiden kontroversial dengan ball boys bernama Charlie Morgan. Morgan saat itu bertugas sebagai pengambil bola dalam laga semifinal Piala Liga Chelsea melawan Swansea, dan mencoba mengulur waktu.
Dengan Swansea unggul 2-0 secara agregat, Morgan berbaring di atas bola, membuat Hazard marah dan menendangnya, yang mengakibatkan pemain Belgia itu diusir dari lapangan dan dijatuhi hukuman larangan bertanding tiga pertandingan. “Anak itu menempatkan seluruh tubuhnya di atas bola dan saya hanya mencoba menendang bola. Saya pikir saya menendang bola, bukan anak itu. Saya minta maaf,” ujar Hazard saat itu.
Editor: Aspian Nur