Valverde yang mencetak tiga gol menit 20, 27 dan 42, menyiksa The Citizens dengan penampilan kelas atas, yang mana tim asuhan Pep Guardiola sejatinya menawarkan ancaman di lini depan tetapi terlalu sering rentan di lini belakang.
Real tanpa dua pemain yang cedera, Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, serta Rodrygo yang absen jangka panjang, tetapi masih memiliki cukup daya serang untuk menghukum kelemahan pertahanan City.
City semakin terpuruk pada menit ke-60 ketika Real Madrid mendapatkan penalti setelah Donnarumma menjatuhkan Vinicius, namun kiper Italia itu melakukan penyelamatan untuk menghindarkan tim dari kebobolan keempat kalinya.
Sebelum pertemuan di Bernabeu ini, City dan Real Madrid telah bertemu 15 kali di Liga Champions, dengan hasil yang terbagi rata antara kemenangan, kekalahan, dan hasil imbang.
Guardiola kini harus menginspirasi salah satu kebangkitan terbesar dalam masa kepemimpinannya jika City ingin mempertahankan diri berlaga di kompetisi elite Eropa ini.
“Ini adalah pertandingan yang luar biasa, terutama bagi tim. Kami ingin menang dan kami keluar dan menang. Skor 3-0 adalah hasil yang luar biasa bagi kami dan saya pikir itu benar-benar pantas. Tentu saja mereka memiliki peluang dan penguasaan bola, itu Manchester City, kami mengharapkan itu, kami bermain tanpa ampun dan memanfaatkan peluang kami,” papar bek Real Madrid Trent Alexander-Arnold dalam wawancara dengan UEFA.
Apakah Real Madrid sudah merayakan kemenangan? “Ini baru leg pertama. Kalau kami berpikir pertandingan sudah selesai, mindset itu salah. Kami tidak menganggap remeh apa pun dan akan pergi ke Etihad dan berusaha menang di sana juga,” tegasnya.
Sementara Pep Guardiola dalam wawancara dengan TNT Sports menyebut timnya masih dalam kondisi baik. “Saya merasa kami lebih baik dari hasil yang ditunjukkan tapi hasilnya sudah terlihat disini. Kami punya satu minggu dan kemudian kami akan bertemu mereka di Etihad,” ujar Guardiola. “Kami akan bersama pendukung kami - saya yakin mereka akan datang dan dalam sepak bola kita tidak pernah tahu. Kami akan mencoba,” imbuhnya.
Sementara tim dari Kota London Inggris, Chelsea, tumbang dengan skor 5-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes.
Kesalahan fatal kiper Chelsea Filip Jorgensen memicu keruntuhan di akhir pertandingan, saat dua gol Khvicha Kvaratskhelia memberi juara Liga Champions itu keunggulan tiga gol menjelang leg kedua babak 16 besar pekan depan.
Bradley Barcola mencetak gol untuk PSG menit 10, disamakan bek Chelsee Malo Gusto menit 28. Ousmane Dembele mencetak gol kedua Les Parisiens menit 40 namun kembali disamakan The Blues via Enzo Fernandez menit 57. Pada akhirnya, tuan rumah menambah tiga gol lewat Vitor Ferreira menit 74 dan dua gol Khvicha Kvaratskhelia menit 86 dan 90+4, membuat langkah sang juara bertahan Liga Champions itu tak terlalu berat saat laga kedua di Stamford Bridge pekan depan.
"Ini memang sulit, tapi saya pikir semua orang yang mendukung PSG senang dengan hasilnya. Pertandingan ini sangat berat karena kedua tim berusaha bermain sepak bola dengan sebaik mungkin,” kata pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique.
“Kami akan berusaha bermain di leg kedua seperti yang kami lakukan saat ini dan berusaha menang. Itu adalah mentalitas terbaik karena jika kami berpikir untuk mempertahankan keunggulan kami, itu adalah kesalahan besar,” ucapnya lagi.
Sedangkan Manajer Chelsea Liam Rosenior mengaku kecewa dengan hasil ini. "Hasil yang sangat mengecewakan dalam pertandingan dimana sebagian besar waktu saya merasa sangat senang. 15-20 menit terakhir benar-benar gila. Kami perlu lebih baik dalam menghadapi kemunduran dan tetap tenang, tapi kami tidak melakukannya,” papar Rosenior.
Tim Inggris yang cukup beruntung adalah Arsenal, karena berhasil menahan imbang Bayer Leverkusen 1-1 di BayArena. Setelah tertinggal 1-0 dari gol Robert Andrich menit 46. Kai
Havertz yang menghabiskan 10 tahun di Leverkusen sebelum dijual ke Chelsea tahun 2020, masuk dari bangku cadangan untuk mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 setelah Noni Madueke dijatuhkan di kotak penalti.
Manajer The Gunners Mikel Arteta, kecewa kebobolan dari bola mati, bukan hanya karena kemampuan Arsenal sendiri dalam mengeksekusi sepak pojok, tetapi juga karena ia menunjukkan kepada timnya "tiga cuplikan" dari rutinitas Leverkusen yang terorganisir dengan baik dari tendangan awal.
Sebelum pertandingan di BayArena, Arsenal hanya kebobolan 11 gol dari bola mati di semua kompetisi, sama dengan Manchester City. Hanya Wolves (10) dan Everton (9) yang kebobolan lebih sedikit. "Selalu ada dua sisi dalam hal itu," ucap Arteta.
Pada laga lainnya, Perjalanan dongeng klub asal Norwegia Bodo/Glimt di Liga Champions berlanjut saat Sporting mereka kalahkan 3-0 di Aspmyra Stadion. Ini adalah kemenangan kelima berturut-turut bagi tim underdog yang, di musim debut mereka di kompetisi utama, lolos ke babak play-off dengan finis di posisi ke-23 di fase liga.
Bodo/Glimt gagal memenangkan satu pun dari enam pertandingan Liga Champions pembuka mereka, tetapi menghasilkan kemenangan luar biasa atas Manchester City dan Atletico Madrid untuk memastikan tempat di play-off melawan finalis musim lalu Inter Milan dan kemudian mengalahkan juara tiga kali itu di kandang dan tandang.
Pelatih Bodo/GlimtKjetil Knutsen menurunkan sebelas pemain yang sama yang memenangkan empat pertandingan tersebut untuk kelima kalinya sesuatu yang hanya pernah dilakukan Auxerre dalam sejarah kompetisi 23 tahun yang lalu.
Diawali gol Sondre Brunstad Fet menit 32 dari penalty, dua gol tambahan tuan rumah dicetak Ole Didrik Blomberg menit 45+1 dan gol Kasper Hogh menit 71.
Bodo/Glimt akan menuju Lisbon untuk pertandingan leg kedua pekan depan, dimana kapasitas Stadion Jose Alvalade dapat menampung seluruh penduduk komunitas nelayan tempat mereka tinggal.
"Saya sangat senang dengan seberapa baik kami dalam membangun serangan dan menciptakan ketidakseimbangan hampir setiap kali kami menguasai bola pada babak pertama,” kata Kjetil Knutsen usai laga kepada UEFA.
Penyerang dan pemain terbaik laga ini, Sondre Fet mengaku sangat senang dengan kemenangan timnya. "Pertandingan ini cukup terbuka, kami bisa mengendalikan permainan lebih baik, tapi penampilan kami cukup bagus melawan tim yang kuat,” kata Fet.
“Akan menjadi pertandingan yang sangat sulit di Lisbon pekan depan tapi jika kami terus bermain seperti ini, baik dalam bertahan maupun menyerang sebagai tim, saya pikir kami juga bisa menyulitkan mereka disana,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur