Tendangan keras Pervis Estupinan memastikan Rossoneri meraih kemenangan dalam derby ini, memperkecil selisih poin dengan pemuncak klasemen Serie A itu menjadi tujuh poin (67-60), padahal perburuan gelar juara Liga Italia tampaknya telah berakhir dengan Inter memasuki pertandingan ini dengan keunggulan 10 poin di puncak klasemen.
Namun Milan yang jadi tuan rumah memberikan diri mereka secercah harapan dengan 10 pertandingan tersisa setelah kemenangan ini yang merupakan kali kedua mereka mengalahkan Inter musim ini.
Estupinan mencetak gol penentu 10 menit sebelum babak pertama berakhir setelah menerima umpan fantastis dari Youssouf Fofana dan kemudian melepaskan tendangan keras yang menggetarkan jala gawang yang dikawal Yan Sommer.
Gol tersebut datang setelah Inter gagal memanfaatkan peluang emas untuk memimpin saat Henrikh Mkhitaryan berlari dari tengah lapangan ke kotak penalti tetapi tembakannya langsung mengarah ke kiper Milan yang dijaga Mike Maignan. “Kami bahagia karena menang di San Siro,” ujar Pervis di laman resmi klub.
“Yang paling penting saat ini adalah kami saat ini unggul sembilan poin dari posisi kelima, yang berarti kami mendekati finis di empat besar. Kami akan terus berjuang,” tegasnya.
Pelatih Nerazzurri Cristian Chivu menganalisis penampilan timnya. “Kami tidak bermain sebaik biasanya di babak pertama dan gol mereka benar-benar memengaruhi kami. Di babak kedua, selama 20 menit pertama, kami menemukan momentum dan mencoba merespons dengan beberapa peluang. Menjelang akhir, kami melakukan segala upaya untuk menembus pertahanan rendah mereka; kami bahkan mengubah formasi, tetapi sayangnya, kami tidak bisa menemukan gol penyeimbang,” ujar Chivu.
“Kami masih unggul tujuh poin, tidak ada yang berubah bagi kami dan hal itu tetap berlaku bahkan jika kami meraih hasil yang lebih positif,” tegas mantan pemain Inter Milan itu.
Gelandang Inter Federico Dimarco mengakui kuatnya pertahanan AC Milan. “Setelah gol, Milan mundur sangat dalam, yang memang biasa terjadi. Kami tidak menciptakan cukup peluang untuk benar-benar merugikan mereka, itu kenyataannya,” ujar Dimarco. “Kami kesulitan merespons tapi kami perlu tetap tenang dan fokus pada pertandingan yang tersisa,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur