Sadio Mane dkk datang dengan dukungan gelar juara sebelumnya dan kepercayaan diri pada skuad yang berpengalaman. Maroko sendiri mengambil keuntungan alami karena bermain di kandang sendiri, didukung oleh para penggemar mereka dan keinginan untuk mengangkat trofi karena jadi tuan rumah.
Pelatih Walid Regragui sebelumnya telah mengakui pentingnya mengelola emosi dan tidak membiarkan tekanan menguasai kami, sebuah peringatan yang terbukti sangat penting sepanjang pertandingan.
Situasi di akhir pertandingan menjadi kontroversial setelah wasit memberikan penalti kepada Maroko pada menit ke-98, menyusul pelanggaran yang dilakukan El Hadji Diouf yang menjatuhkan Brahim Díaz di area penalti.
Hal ini memicu protes dari tim Senegal, yang sebelumnya hampir mencetak gol pembuka. Pelatih Pape Thiaw sempat meminta para pemainnya untuk meninggalkan lapangan, sementara Sadio Mané tetap berada di lapangan menunggu keputusan resmi dari wasit dan kemungkinan sanksi dimasa mendatang kalau timnya meninggalkan lapangan.
Pada akhirnya, tinjauan VAR memberikan penalti kepada Maroko, yang dieksekusi sendiri oleh Brahim. Pemain Real Madrid itu memiliki kesempatan untuk mengangkat trofi bersama tim nasionalnya setelah 50 tahun, sejak kemenangan Piala Dunia pertama dan satu-satunya Maroko pada tahun 1976.
Namun nyatanya pada momen krusial itu, sepakan Brahim yanbg mencoba melambungkan bola di depan gawang langsung jatuh ke tangan kiper Senegal Édouard Mendy. Keputusan tersebut menyia-nyiakan peluang emas untuk membuka skor dan menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan tersebut.
Juara akhirnya ditentukan di babak perpanjangan waktu ketika Pape Gueye menemukan ruang dan mencetak gol yang memastikan kemenangan Senegal empat menit memasuki babak pertama perpanjangan waktu.
Senegal pun berpesta di depan pendukung Maroko dibawah hujan yang turun dan membawa pulang hadiah total sebesar USD 12 Juta, setara dengan 202,9 Miliar yang dihitung sejak mereka tampil di fase penyisihan grup.
Perayaan gelar juara tersebut menarik perhatian tidak hanya karena pertandingannya sendiri, tetapi juga karena kehadiran tokoh-tokoh terkenal dari dunia olahraga dan hiburan. Diantara tamu-tamu penting tersebut adalah Speed, streamer paling populer di dunia saat ini, yang terlibat dalam momen tak terduga sebelum pertandingan.
Pembuat konten tersebut, yang dikenal karena kekagumannya pada Cristiano Ronaldo , diundang oleh penyelenggara turnamen dan mengejutkan penonton dengan muncul mengenakan kostum Assad, maskot turnamen yang mewakili Singa Atlas, lambang nasional Maroko.
Selama penampilannya, ia menyapa penonton dari lapangan, di mana ia melepas topengnya dan berinteraksi dengan para penggemar sebelum kembali ke terowongan pemain.
Pada Piala Afrika 2026 ini Nigeria mengamankan tempat ketiga usai mengalahkan Mohammed Salah dkk dari tim Mesir dalam adu penalti di Stadion Mohamed V di Casablanca dengan skor 4-2.
Editor: Aspian Nur