Menurut Lefundes, keputusan VAR tersebut menjadi titik balik pertandingan yang sebelumnya mampu dikendalikan oleh Borneo FC. Ia menilai timnya tampil baik sejak awal laga sebelum situasi berubah setelah gol tersebut.
“Kami sebenarnya mampu mengawali pertandingan dengan baik dan unggul lebih dulu, namun situasi berubah setelah kami kebobolan sehingga laga berjalan ketat hingga akhir. Pertandingan ini sangat luar biasa,” katanya.
Meski melayangkan kritik terhadap keputusan wasit, Lefundes menegaskan tetap menghormati hasil pertandingan. Ia menyebut kondisi tim yang tidak ideal, termasuk absennya sejumlah pemain kunci dan cedera yang terjadi di tengah laga, turut memengaruhi performa pada babak kedua.
Ia mengungkapkan harus melakukan beberapa penyesuaian permainan karena keterbatasan tersebut. Menurutnya, kondisi seperti ini menjadi tantangan yang kerap dihadapi tim sepanjang kompetisi liga.
“Selama saya melatih, tidak ada tim yang bisa konsisten 100 persen di liga,” ucapnya.
Fabio menambahkan, Borneo FC masih berada dalam posisi kompetitif dan akan fokus memaksimalkan tiga pertandingan tersisa pada putaran pertama untuk mengamankan poin maksimal. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi pemain, terutama dengan keterbatasan anggaran tim.
“Yang paling penting adalah menjaga pemain sebaik mungkin,” terangnya.
Di sisi lain, pemain Borneo FC Dika Kuswardani mengaku bersyukur mendapat kesempatan tampil pada pertandingan tersebut, yang menjadi penampilan pertamanya musim ini.
“Ini pertandingan pertama saya musim ini dan sangat berkesan,” kata Dika.
Meski hasil akhir belum sesuai harapan, Dika menilai pertandingan berjalan menarik dan optimistis timnya bisa tampil lebih baik pada laga-laga berikutnya. (*)
Editor: Erwin