Keputusan Davide untuk meninggalkan klub itu sejatinya tak lazim, dipicu oleh serangkaian perselisihan internal dengan dewan atau manajemen tim Botafogo yang berawal dari pemecatan pelatih kebugaran Luca Guerra, anggota kunci staf kepelatihannya.
Dewan membenarkan kepergian Guerra dengan alasan tingginya jumlah cedera yang diderita pemain dalam tim selama musim 2025. Davide sebelumnya telah memperingatkan ia tidak akan melanjutkan posisinya jika asistennya dipecat dan setelah mengetahui sang asisten diberhentikan Davide pun mengajukan pengunduran diri.
Konflik tersebut berpusat pada "ketidaksepakatan internal mengenai metodologi kerja," khususnya mengenai intensitas latihan yang dituntut oleh tim pelatih fisik Davide. Perbedaan pendapat ini menyebabkan perpecahan definitif antara pelatih dan dewan direksi, yang dipimpin pemilik klub John Textor, yang sebelumnya telah menghadapi kritik atas ketidakstabilannya dalam manajemen di Botafogo dan klub-klub lain di bawah kendalinya, seperti Olympique Lyonnais.
Dalam masa singkatnya sebagai pelatih klub Rio de Janeiro, Davide menjalani 33 pertandingan , dengan catatan 15 kemenangan, 11 hasil imbang dan 7 kekalahan. Dibawah kepemimpinannya, Botafogo berhasil membalikkan awal musim yang tidak konsisten dan mengamankan tempat di fase kedua Copa Libertadores 2026.
Klub secara terbuka menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Davide atas profesionalisme dan komitmennya selama masa jabatannya dan mengumumkan mereka akan segera menunjuk penggantinya, seperti yang dinyatakan di saluran media sosial mereka. Bersama Davide, asistennya Luis Tevenet dan Andrew Mangan juga meninggalkan klub .
Kepergian pelatih asal Italia itu membuat Botafogo tanpa manajer menjelang musim penting, dimana mereka harus berkompetisi di kejuaraan negara bagian dan Copa Libertadores yang menuntut performa tinggi.
Sementara itu masa depan Davide pun masih belum pasti. Pria berusia 36 tahun itu bisa bergabung dengan staf pelatih tim nasional Brasil untuk jendela internasional bulan Maret atau memulai proyek baru di Eropa, memanfaatkan pengalamannya di sepak bola Amerika Selatan dan kesan positif yang ia berikan selama berada di klub Rio de Janeiro tersebut.
Editor: Aspian Nur