Ini juga jadi laga perdana bagi PSG yang datang berstatus juara klub Eropa itu bermain di Piala Interkontinental. Setelah mengistirahatkan sejumlah pemain untuk kemenangan 3-2 di Metz dalam Ligue 1 akhir pekan tadi, pelatih PSG Luis Enrique menurunkan tim kuat untuk pertandingan ini, namun tanpa Ousmane Dembele, pemenang FIFA Best Player of the Year, dalam susunan pemain awal.
Mereka memimpin pada menit ke-38 ketika penyerang Georgia Kvaratskhelia menemukan ruang di tiang jauh untuk mengonversi umpan rendah Desire Doue.
Namun keunggulan itu sirna ketika gelandang mantan Napoli, Chelsea dan Arsenal Jorginho gol dari titik penalti setelah Giorgian de Arrascaeta dilanggar bek PSG Marquinhos.
Tidak ada yang membedakan kedua tim dalam sisa waktu normal dan 30 menit perpanjangan waktu, sebelum PSG mengalahkan pemenang Copa Libertadores melalui adu penalti berkat penampilan gemilang kiper mereka Matney Safonov yang berhasil menahan empat tendangan penalty pemain Flamengo yaitu Saul Niguez, Pedro, Leo Pereira dan Luiz Araujo yang kemudian menjadi penentu kemenangan PSG dengan skor akhir 2-1 berkat gol dari Vitinha dan Nuno Mendes.
Piala Interkontinental merupakan trofi keenam yang diraih PSG pada tahun 2025. Setelah meraih gelar Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions musim lalu, tim asuhan Luis Enrique kini menambah Trophee des Champions, UEFA Super Cup dan gelar ini.
Kesuksesan PSG kian bertambah dengan Dembele yang meraih penghargaan FIFA Best Football 2025 begitu juga dengan Luis Enrique yang terpilih sebagai The Best Coach Football dua hari lalu. Enam dari 11 pemain dalam tim terbaik tahun ini juga pernah mewakili juara Prancis pada suatu saat di tahun 2025.
"Kami telah mencatat sejarah lagi! Kami menunjukkan mentalitas yang sama sepanjang tahun 2025 yang luar biasa dan tak terlupakan ini. Kami tentu saja senang untuk diri kami sendiri, untuk klub, dan untuk para pendukung kami. Ini luar biasa, kami harus terus melaju,” ujar Enrique usai pertandingan melansir dari laman resmi klub.
“Kami merasa terhubung dengan para pendukung kami. Ini adalah ikatan yang kami rasakan dalam setiap pertandingan di Parc dan setiap pertandingan tandang. Kami sangat bahagia. Kami perlu istirahat, kami masih memiliki satu pertandingan Coupe de France tersisa dan kemudian istirahat singkat saat Natal,” imbuhnya.
Kapten tim Vitinha pun mengaku sangat senang dengan hasil ini. "Perasaan yang luar biasa. Ini final yang sangat penting dan kami memenangkannya. Itu sulit, kami bekerja keras dan sekarang kami sangat bahagia. Kami merasa telah melakukan pekerjaan yang baik, dengan banyak kerja keras dan sedikit keberuntungan juga, tapi itulah yang kami butuhkan. Safonov juga luar biasa,” ujar Vitinha.
Editor: Aspian Nur