momen langka itu terjadi menit ke-88 pertandingan, yang berakhir dengan kekalahan bagi Sanatatea, klub Divisi Ketiga itu kala melawan Craiova, yang berada di urutan ketiga di tingkat teratas sepak bola Italia dan berkompetisi di Liga Konferensi Eropa.
Sebelum pertandingan, Ghisa berbicara tentang kesempatan untuk kembali ke sepak bola profesional, penampilan terakhirnya adalah pada bulan September 2011 dalam kekalahan 4-0 dari Steaua Bucharest di kompetisi yang sama. “ Saya selalu siap untuk pertandingan. Jika mereka membutuhkan saya dan telah memutuskan bisa membantu tim, tentu saja saya akan datang dan membantu. Setiap tahun saya melakukan pemeriksaan medis dengan tim. Saya belum bermain, tetapi saya telah berada di bangku cadangan dalam beberapa pertandingan ketika tim membutuhkan pemain. Kita dapat membuat perubahan taktis; kita hanya membuang-buang waktu. Saya tidak pernah gagal mengeksekusi penalti dalam pertandingan resmi ,” katanya dalam sebuah wawancara melansir dari laman Liga Digi Sport Sabtu (1/11/2025) hari ini.
Bahkan setelah penampilan singkatnya di Stadion Ion Oblemenco, ia menepis perbedaan usia antara dirinya dan para rivalnya saat bermain. “Motivasi saya berasal dari hasrat saya terhadap sepak bola dan tekad saya untuk pantang menyerah. Saya berlatih sekali atau dua kali seminggu bersama para pemain. Usia tidak membatasi saya; mungkin saya sedikit lebih lambat, tetapi itu bukan masalah,” tegas Ghisa.
Ghisa menyatakan siap memberikan bonus sekitar 500 Euro, setara dengan Rp10 Juta, kepada setiap pemainnya setelah pertandingan.
Aksi Ghisa yang mengenakan nomor punggung 55 itu menuai kritik pedas dari Valeriu Iftime, pemilik klub Botosani, pemuncak klasemen liga Rumania. “Awalnya saya pikir kabar Ghișa akan bermain di pertandingan resmi di usia 61 tahun hanyalah lelucon untuk menarik perhatian timnya. Namun ternyata itu bukan lelucon dan kami menyaksikan sirkus. Saya harap tidak ada manajer lain yang berpikir untuk melakukan hal seperti ini karena mempermalukan diri sendiri,” tegas Iftime.
Surat kabar Prancis L'Equipe menjuluki Ghisa sebagai orangtua, dengan mengajukan pertanyaan di situs webnya: "Mengapa kakek ini diizinkan masuk ke lapangan saat pertandingan profesional?"
Iftime melanjutkan kritiknya. Apakah mereka tidak ingin saya juga masuk ke lapangan? Saya empat tahun lebih tua dari Ghișa ini, mungkin bahkan dalam kondisi yang lebih baik, jadi saya bisa ikut serta, kan?. Tindakannya ini tampaknya menyinggung semua pemuda dan pesepakbola muda di Rumania. Pria ini memang berhasil menarik perhatian media, tetapi dalam praktiknya, ia telah menyinggung para pemain muda di tim," sebutnya.
Sementara Ghisa menanggapi kritik itu. “Di usia 61 tahun, saya masih berlatih dua kali seminggu. Saya berlatih dengan para pemain tim dan pelatih Vasile Miriuta adalah pelatih yang sangat menuntut. Saya telah dipanggil untuk pertandingan lain dan saya tidak akan ragu untuk dipanggil lagi jika mereka membutuhkan saya. Saya akan mencoba bermain beberapa menit di pertandingan lain,” ungkap Ghisa.
Ghisa mengaku ingin menjadi teladan bagi generasi mendatang dengan pernyataan reflektif yang bergema di seluruh dunia, menekankan tidak ada batasan usia untuk meraih impian pribadi.
"Saya ingin kehadiran saya di lapangan pada usia 61 tahun menginspirasi para pemain muda untuk bermain dan berlatih sekeras saya. Saya tidak akan menghalangi karier pemain muda mana pun atau mengambil posisi inti siapa pun. Saya hanya akan berada di tim saat dibutuhkan, dan saya hanya akan turun ke lapangan untuk memotivasi para pemain muda," pungkasnya.
Klub Sanatatea Cluj saat ini berada diposisi kelima dari 12 tim di Grup H Divisi Ketiga dengan 16 poin dari 10 pertandingan, jauh di belakang pemimpin klasemen, Baia More (30). Mereka telah mengumpulkan empat kemenangan, empat hasil imbang, dan dua kekalahan, serta menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak ketiga (17 gol).
Editor: Aspian Nur