Setan Merah benar-benar dalam kondisi terpuruk pasca kekalahan dan tersingkir dari kompetisi yang biasa disebut Carabao Cup itu.
Di Stadion Blundell Park, Red Devils dipaksa menyerah lewat drama tendangan penalti yang berkesudahan 12-11. Tim tamu tertinggal 2-0 lewat gol Charles Vernam menit 22 dan Tyrell Warren menit 30 sampai akhirnya Bryan Mbeumo dan Harry Maguire menyamakan skor menit 75 dan 89.
Pada drama adu penalty, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo yang merupakan pemain rekrutan anyar United gagal menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor, sedangkan di kubu Grimsby Town hanya Clarke Oduor yang gagal.
Pelatih Ruben Amorim pun langsung meminta maaf kepada para penggemar setelah kekalahan ini dan menyindir tim asuhannya yang tampil buruk. ”Saya hanya perlu meminta maaf kepada para penggemar kami,” kata Amorim. “Cara kami memulai pertandingan, kami bahkan tidak berada di sini. Ketika segala sesuatu begitu penting di klub kami, semua yang terjadi, itu adalah masalah di klub kami, kami harusnya bisa lebih baik lagi. Seharusnya menjadi tugas saya untuk memahami apa yang terjadi. Sekali lagi, saya benar-benar minta maaf kepada para pendukung kami,” imbuhnya.
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah United mereka kalah dari tim divisi empat di ajang piala dan pelatih Grimsby David Artell merasa sangat bangga setelah meraih kemenangan yang luar biasa. “Ini adalah akumulasi dari 15 bulan, 18 bulan, semua tercakup dalam satu malam,” kata Artell.
“Lihatlah, mereka adalah tim yang luar biasa, Manchester United. Mereka memiliki manajer yang luar biasa dan mereka berada di jalur yang benar, Anda bisa melihatnya. Tapi kami juga memiliki sekelompok pemain yang luar biasa, yang ingin bermain untuk klub sepak bola ini, tinggal di daerah ini dan ingin menjadi lebih baik setiap hari,” tuntasnya.
Editor: Aspian Nur