Manajer PSG Luis Enrique membahas masalah ini dalam konferensi pers pra-pertandingannya, dengan menyatakan kalau pencoretan Gigi merupakan keputusan pribadi berdasarkan tipe penjaga gawang yang ia cari dalam skuadnya.
"Donnarumma adalah satu diantara penjaga gawang terbaik di dunia dan itu tak bisa diragukan lagi, tapi inilah kehidupan seorang pesepakbola papan atas. Saya 100 persen bertanggung jawab atas keputusan sulit itu. Jika mudah, siapa pun akan melakukannya. Keputusan ini berkaitan dengan tipe penjaga gawang yang dibutuhkan tim saya," papar Enrique.
Posisi PSG, menurut majalah olahraga terkenal Perancis L'Équipe sudah jelas, yaitu tidak diikutsertakannya Donnarumma dalam rombongan menuju Udine merupakan tanda nyata kalau klub kaya itu sudah menutup pintu baginya dan mendesaknya untuk mencari klub baru.
Kiper yang kontraknya dengan PSG berakhir pada 2026 mendatang masih jauh dari kata diperpanjang meski dianggap sebagai salah satu pilar tim, terutama setelah penampilan gemilangnya di kompetisi Eropa terakhir.
Keputusan untuk melepasnya demi gelar pertama musim ini, ditambah dengan integrasi cepat kiper Lucas Chevalier yang dipilih sebagai starter, menunjukkan keinginan manajemen klub untuk memulai era baru dalam dunia penjaga gawang.
Dalam konteks ini, masa depan Donnarumma tampaknya bergerak menuju Liga Inggris. ESPN melaporkan Manchester United adalah satu dari beberapa klub yang paling berminat pada pemain internasional Italia itu dan dapat mengontraknya dengan biaya mendekati USD 35 juta, setara dengan Rp570 Miliar. Klub Inggris itu ingin memperkuat persaingan di gawang, dimana André Onana adalah starter saat ini. Sebagai alternatif, United juga mempertimbangkan Emiliano Martínez , penjaga gawang Aston Villa dan seorang juara dengan tim nasional Argentina.
Selanjutnya ada Inter Milan, rival abadi mantan klub Donnarumma, AC Milan yang telah menyatakan minatnya pada penjaga gawang berusia 26 tahun itu.
Menurut L'Équipe , PSG bersedia menegosiasikan kepergiannya dengan harga yang jauh lebih rendah dari yang diharapkan, yang memfasilitasi kemungkinan transfer dalam jangka pendek.
Donnarumma dan Luis Enrique berpelukan usai menjuarai Liga Champions, 31 Mei (REUTERS/Annegret Hilse)
Tersingkirnya Donnarumma bahkan lebih signifikan mengingat perannya dalam kampanye Eropa terakhir PSG, di mana ia memainkan peran kunci dalam kemenangan Liga Champions mereka. Performanya telah mengukuhkannya sebagai pemain kunci dalam skuad, yang semakin menyoroti perubahan institusional klub.
Di tengah keributan tersebut, Donnarumma membagikan pesan di media sosial yang ditujukan kepada para penggemar dan rekan satu timnya. "Sayangnya, seseorang telah memutuskan saya tidak bisa lagi menjadi bagian dari tim atau berkontribusi pada kesuksesan tim. Saya kecewa dan patah hati ," ungkapnya tanpa menyebutkan nama orang yang mencoretnya.
“Untuk para penggemar Paris yang special, sejak hari pertama saya tiba, saya memberikan segalanya, didalam dan luar lapangan, untuk mendapatkan tempat dan mempertahankan gawang Paris Saint-Germain,” tulisnya lagi.
“Saya berharap bisa kembali menatap mata para penggemar Parc des Princes dan mengucapkan selamat tinggal yang layak. Jika itu tidak terjadi, saya ingin kalian tahu dukungan dan kasih sayang kalian sangat berarti bagi saya dan saya tidak akan pernah melupakannya. Saya akan selalu membawa kenangan akan semua emosi, malam-malam yang ajaib, dan kalian, yang membuat saya merasa seperti di rumah,” ucap Donnarumma.
“Untuk rekan-rekan satu timku, keluarga keduaku: terima kasih untuk setiap perjuangan, setiap tawa, setiap momen yang kita lalui bersama. Kalian akan selalu menjadi saudaraku. Bermain untuk klub ini dan tinggal di kota ini merupakan suatu kehormatan yang luar biasa. Terima kasih, Paris,” tutupnya dalam tulisan itu.
Editor: Aspian Nur