Sebelumnya announcer sudah meminta kedua kelompok pendukung untuk diam dan menghentingkan cipta sebagai tanda penghormatan bagi mantan striker Liverpool Jota dan adiknya yang lebih muda, yang keduanya tewas dalam kecelakaan mobil bulan lalu. Namun tetap terdengar suara teriakan “boo…” yang datang dari kelompok supoter Palace.
"Kecewa, itu satu-satunya yang bisa saya katakan. Saya tidak tahu siapa yang melakukannya, tapi meski banyak yang mencoba meredamnya tapi itu tidak membantu,” ujar van Dijk kepada mailsport usai laga.
Ganguaan saat one minutes silence itu membuat wasit Chris Kavanagh harus meniup peluit lebih awal dan menghentikan penghormatan yang dilakukan.
Manajer Liverpool Arne Slot mengatakan dia tidak percaya ada niat buruk dari para pendukung Palace. “Saya adalah orang yang positif. Jika saya melihat penghormatan yang telah diberikan kepada mereka dari seluruh dunia, itulah yang ada di pikiran saya,” ujar Slot.
"Saya tidak berpikir ini direncanakan. Mungkin mereka tidak menyadari itu adalah menit keheningan. Kemudian para pendukung Palace berusaha menenangkan orang atau orang-orang tersebut. Jadi saya tidak berpikir ada niat buruk di baliknya karena para pendukung Crystal Palace dan pendukung di seluruh dunia telah memberikan penghormatan besar kepada Diogo dan Andre. Kami akan lihat pekan depan saat Bournemouth datang ke Anfield seberapa besar penghormatan itu,” imbuhnya
Sementara itu Five Year Plan, sebuah fanzine dan podcast Palace, meminta maaf atas nama para pendukung dalam posting di X.
Akun tersebut awalnya tweeting untuk mengklaim beberapa penggemar Eagles tidak menyadari menit keheningan setelah kesulitan masuk ke Wembley.
Namun mereka kemudian memposting “Beberapa pendukung kami mengatakan orang-orang memang bersorak. Itu sangat mengecewakan. Kematian Jota mengejutkan kami. Kami tidak percaya orang-orang akan bersorak pada peringatan untuknya. Apalagi pendukung kami sendiri. Kami tidak bisa berbicara atas nama mereka, tapi kami bisa meminta maaf atas tindakan mereka. Jadi, kami minta maaf,” tulis mereka.
Terlepas dari itu, pertandingan antara juara Premier League Liverpool dan pemenang FA Cup Crystal Palace berakhir imbang 2-2 dalam waktu normal sebelum The Eagles menang 3-2 melalui adu penalti untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Gol cepat Hugo Ekitike untuk The Reds menit ke-4 dibalas Jean-Phillipe Mateta menit 17 via penalty. Saat Jeremie Frimpong membuat Liverpool kembali unggul menit 21, Isamila Saar dari Palace kembali menyamakan skor 2-2 yang membuat laga berlanjut ke ekstra time namun skor tetap imbang hingga harus dilakukan adu penalty.
Kiper Palace Dean Henderson menahan tendangan dua pemain Liverpool Alexis Mac Allister dan Harvey Elliott sementara sepakan Mohamed Salah melambung dan Justin Devenny memastikan keberhasilan Tim Elang mengangkat trofi juara ajang yang jadi penanda bakal dimulainya kompetisi Liga Inggris pekan depan.
Manajer Palace Oliver Glasner menegaskan dia tidak akan menukar kesuksesan mereka di Community Shield dengan kemenangan di pengadilan hari ini saat tim diharapkan mengetahui apakah mereka akan berlaga di Liga Europa atau tidak sambil menegaskan bahwa hari-hari meraih trofi di Wembley akan abadi dihati para penggemar.
Palace diturunkan dari Liga Europa ke Liga Konferensi setelah ditemukan melanggar aturan kepemilikan multi-klub UEFA. Mereka mengajukan banding dan keputusan diharapkan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga hari ini.
“Tidak, kami akan menerima hasilnya,” kata Glasner. "Dalam penampilan ini, para pemain menunjukkan dan membuktikan dengan cara yang luar biasa bahwa mereka tidak memikirkan apa yang terjadi.
“Kami tidak terpengaruh, jadi kami akan merayakannya dan kemudian bertemu untuk makan siang dan latihan. Kemudian kami akan menjadwalkan sisa Agustus - jika kami tetap di Conference League, kami memiliki lebih banyak pertandingan untuk dimainkan,” sebut Glasner.
Palace, yang belum pernah memenangkan trofi besar dalam sejarah mereka hingga tahun ini, kini telah memenangkan dua trofi dalam tiga bulan setelah mengalahkan Manchester City untuk memenangkan FA Cup pada Mei 2025 lalu.
:Kami memperlihatkan video kepada para pemain sebelum pergi ke Wembley tentang kebahagiaan para penggemar saat memenangkan Piala FA,” ungkap Glasner.
“Itu adalah hadiah emosional. Anda tidak bisa membelinya dengan semua uang di dunia dan para penggemar kami pantas mendapatkannya. Mereka selalu mendukung kami dan mendorong tim maju, dan ini adalah koneksi yang luar biasa. Kami semua mendapat hadiah dan ini akan abadi,” ucap Glasner.
Editor: Aspian Nur