Kiper dari Catalan, penyerang asal Inggris dan pemain sayap Swedia itu berperan dalam kemenangan ini, sementara sayap dan penyerang La Masia juga berkontribusi dalam debut mereka di tim utama.
Joan Garcia dibawah mistar gawang bermain di babak pertama, kebobolan tepat sebelum jeda saat Miyashiro menyamakan skor menjadi 1-1. Sebelum itu, ia melakukan beberapa penyelamatan impresif.
Di babak kedua, Marcus Rashford, Roony Bardghji dan Jofre Torrents masuk lapangan dengan Jofre dan Rashford berkolaborasi disisi kiri. Keduanya menunjukkan keberanian di lini serang, begitu pula Bardghji yang mencetak gol dengan penyelesaian yang luar biasa setelah serangan yang melibatkan winger Inggris tersebut.
Dro, winger Swedia berdarah Suriah itu mencetak gol dengan tendangan melengkung setelah umpan dari Lewandowski. Sebelumnya, Rashford berperan dengan umpan yang luar biasa untuk menemukan striker Polandia tersebut. Pada menit ke-79, Rashford dan Jofre Torrents digantikan oleh Gerard Martín dan debutan lain, Dro.
Ini merupakan pertandingan pramusim pertama Barca dari empat pertandingan, tiga diantaranya merupakan bagian dari tur Asia yang juga akan membawa mereka ke Korea Selatan 5 Agustus nanti.
Lamine Yamal tidak hanya membuktikan ia adalah idola besar di Jepang, tetapi menegaskan bakatnya yang luar biasa, tidak bergantung pada pertandingan persahabatan. Ia mengubah gaya permainan menjadi sebuah pesta, menjadi bintang di laga ini.
Setelah lebih dari dua bulan tanpa kompetisi, tepatnya 62 hari, Barça asuhan Hansi Flick yang kembali berlatih 15 hari yang lalu menghadapi Vissel Kobe yang lebih berpengalaman dan memimpin klasemen Liga J1 setelah 24 pertandingan.
Pertandingan itu juga merupakan pertandingan di mana Lamine Yamal mengenakan nomor punggung 10 untuk pertama kalinya. Para penggemar Jepang tak pernah menyembunyikan rasa cinta mereka kepada bintang muda ini sejak ia tiba di Jepang dan sepanjang pertandingan. Barcelona seolah bermain di kandang sendiri dan setiap kali Lamine Yamal menyentuh bola ia mendapat sorakan pujian, mulai dari menggiring bola, berlari, umpan terobosan, umpan silang, atau tembakan ke gawang.
Barça menerapkan gaya bermain bola cepat sejak awal. Penampilan mereka tidak seperti debut pramusim mereka. Mereka mempertahankan tekanan tinggi khas mereka dan menampilkan permainan menyerang, vertical dan dominan, baik dengan maupun tanpa bola, melawan tim Vissel Kobe yang konservatif dan tenang, yang merayakan ulang tahun ke-30 mereka di lag aini.
Lamine Yamal adalah pemain yang paling dipuji, tetapi Raphinha juga berusaha menjadi protagonis, menjadi pemain yang paling aktif di babak pertama.
Editor: Aspian Nur