Saat itu ramai diberitakan tentang penyelidikan FA terhadap Paqueta yang dilakukan Agustus 2023. Saat itu, investigasi FA menggagalkan rencana kepindahan senilai £80 Juta, setara dengan Rp1,7 Triliun, dari West Ham ke Manchester City.
Investigasi itu menyebabkan Paqueta didakwa pada Mei 2024 dengan empat dakwaan pengaturan skor, terkait kartu kuning yang diberikan dalam pertandingan Liga Premier melawan Leicester City, Aston Villa, Leeds United dan Bournemouth dan dua dakwaan lainnya karena menghalangi penyelidikan FA.
Namun beberapa sumber menyatakan pemain berusia 27 tahun itu menang dalam banding yang diajukan dalam satu dari banyak kasus korupsi paling besar yang pernah terjadi di sepak bola Inggris, terutama di era Liga Primer meski belum ada pengumuman resmi dari FA yang mendakwanya.
Melansir dari dailymail.co.uk Sabtu (26/7/2025) hari ini, orang dalam klub berjulukan The Hammers itu mengonfirmasi kalau mereka sudah menerima kabar tentang putusan bakal bebasnya ancaman Paqueta tersebut.
Belum diketahui apakah ia telah lolos dari setiap dakwaan, dengan pengumuman yang diperkirakan akan dikeluarkan dalam beberapa hari kedepan.
Bersamaan dengan dakwaan tersebut, FA dilaporkan juga merekomendasikan larangan bermain seumur hidup jika terbukti Paqueta sengaja mencari kartu untuk memenangkan uang tunai bagi mereka yang bertaruh padanya.
West Ham sangat marah dengan bagaimana FA membiarkan penyelidikan mereka berlarut-larut begitu lama. Hal ini meninggalkan awan gelap yang menggantung mengingat Paqueta merupakan pemain terbaik mereka selama dua tahun, tipe pemain berbakat yang dapat membalikkan keadaan dalam sekejap.
Assisnya untuk Jarrod Bowen-lah yang membuat mereka mengalahkan Fiorentina di final Liga Konferensi di Praha pada Juni 2023, menandai trofi besar pertama mereka dalam 43 tahun.
Manajernya untuk kemenangan itu adalah David Moyes, yang kini melatih Everton, yang diungkapkan Mail Sport bahkan bertindak sebagai saksi dalam bagian penting pembelaannya terhadap klaim FA. Paqueta diwakili oleh Nick De Marco KC dalam sidang yang berakhir hampir dua bulan lalu.
Sumber-sumber yang dekat dengan Paqueta sebelumnya telah menjelaskan betapa masa itu merupakan masa yang menyiksa baginya secara pribadi. Kartu kuning yang diterimanya saat melawan Leicester, pada 12 November 2022, terjadi hampir seribu hari yang lalu.
Sejak mengetahui dirinya sedang diselidiki, Paqueta dengan tegas bersikeras ia tidak bersalah dan yakin akan membersihkan namanya. West Ham mendukung Paqueta sepanjang prosesnya, meskipun klub Liga Primer Inggris itu telah lama khawatir peluangnya tidak berpihak pada mereka dan si pemain.
Oktober 2024 lalu, sang gelandang menggunakan Instagram untuk mengungkapkan rasa frustrasinya atas kebocoran yang “menyesatkan dan tidak akurat” terkait kasusnya.
“Beberapa informasi itu sepenuhnya salah dan tampaknya dirancang untuk melemahkan posisi saya,” tulisnya. “Saya juga khawatir, meskipun salah dan menyesatkan, artikel-artikel ini jelas bersumber dari seseorang yang dekat dengan kasus ini,” ungkapnya.
“Proses FA seharusnya bersifat rahasia, dan sangat serius bagi saya dan keluarga. Kebocoran dan publikasi informasi yang tidak akurat yang terus berlanjut di media kini mengancam kesempatan saya untuk mendapatkan peradilan yang adil,” tulisnya lagi..
Paqueta telah menjadi pemain kunci West Ham sejak didatangkan dari Lyon dengan rekor transfer klub sebesar £51 Juta, setara dengan Rp1,1 Triliun, pada tahun 2022. Jika terbukti tidak bersalah, The Hammers mungkin harus membuat keputusan terkait dirinya musim panas ini, termasuk apakah akan menjualnya dimana klub Brasil Flamengo disebut tertarik menggunakan jasanya.
Editor: Aspian Nur