Setelah peluit akhir dibunyikan, para pemain dan pelatih dari kedua tim terlibat dalam sebuah pertengkaran, dimana Enrique juga terlibat.
Dalam keributan itu, Enrique terlihat menggunakan tangannya melakukan kontak dengan pemain baru Chelsea, Joao Pedro, yang oleh beberapa pihak disebut sebagai sebuah tamparan Pedro terjatuh dengan kiper PSG Gianluigi Donnarumma berada di dekatnya.
Enrique kemudian berusaha menjelaskan tindakannya, dengan mengatakan ia mencoba bertindak sebagai penjaga perdamaian. "Pada akhir pertandingan, ada banyak ketegangan. Itu adalah situasi yang sebenarnya bisa dihindari oleh semua orang," kata pelatih PSG itu.
“Saya pikir itu masuk akal. Saya akan mencegah para pemain saya untuk terus terlibat dalam perkelahian itu dan setelah itu terjadi dorong-dorongan. Itu bukan hal terbaik yang harus dilakukan. Karena hasil dari ketegangan, hasil dari situasi pertandingan,” papar pria asal Spanyol itu.
Saat ini belum jelas apakah Enrique akan menghadapi hukuman atas perannya dalam keributan tersebut.
Chelsea menang tiga gol tanpa balas di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat lewat dua gol Cole Palmer dan satu gol dari Pedro.
Itu adalah pertandingan yang penuh emosi di mana Joao Neves dari PSG diusir karena menarik rambut Marc Cucurella pada babak kedua Wasit Alireza Faghani mengeluarkan kartu merah setelah VAR intervensi. Neves dianggap melakukan tindakan kekerasan.
Ketika ditanya tentang insiden dengan Enrique setelah pertandingan berakhir Pedro tak mau berkomentar banyak. “Kami adalah juara dunia dan itu yang penting. Pada akhirnya, itu normal. Kedua tim ingin menang dan itu terjadi. Itu semua bagian dari permainan,” imbuhnya
Editor: Aspian Nur