Sejatinya, Manchester City diberikan kesempatan emas untuk juara dari ajang ini, namun alih-alih memanfaatkannya, mereka malah tersandung di babak 16 Besar padahal pada fase perempat final kalau mereka lolos, setidaknya Fluminense yang sudah mengeliminasi Inter Milan di laga sebelumnya dan berpotensi sua Chelsea di semi final bisa membuka kans mereka jadi kampiun.
Nyatanya itu tak terwujud. Unggul lebih dulu lewat sontekan Bernardo Silva menit 9, mantan pemain sayap Barcelona Malcom jadi kunci permainan Al-Hilal karena usai memberi assist untuk gol Marcos Leonardo saat laga babak kedua baru berlangsung 41 detik, pemain timnas Brasil itu mencetak gol untuk membawa The Sky Blues unggul 1-2 lewat golnya menit 52. Erling Haaland menyamakan skor 2-2 menit 55 yang membuat laga harus dilanjutkan dengan tambahan waktu.
Pada ekstra time, mantan penyerang Napoli Kalidou Koulibaly membuat Al-Hilal kembali unggul 2-3 menit 94 babak pertama, namun kembali disamakan City lewat gol Phil Foden menit 104, sampai akhirnya Marcos Leonardo mencetak gol keduanya menit 112 dilaga ini sekaligus memastikan Al-Hilal melaju ke 8 Besar dengan kemenangan 3-4. Kemenangan ini membawa Al-Hilal terus melaju dan akan menghadapi klub asal Brasil Fluminense.
Menyakitkan bagi The Citizens, karena mereka satu-satunya tim yang lolos ke 16 Besar dengan status tak terkalahkan sejak fase penyisihan grup, hal mana yang membuat mereka sangat diunggulkan untuk jadi juara ajang ini.
Menyebut City sebagai tim yang rapuh secara defensif tidak cukup menggambarkan betapa mudahnya Al-Hilal menghancurkan mereka. Erling Haaland mengalami cedera paha sementara Rodri yang berstatus peraih gelar Ballon d’Or masuk tapi kemudian ditarik keluar juga karena cedera.
Simone Inzaghi mengibaratkan kemenangan mengejutkan ini seperti mendaki Gunung Everest tanpa oksigen.
Al-Hilal telah dimiliki mayoritas oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi sejak 2023 dan dalam dua tahun terakhir telah berinvestasi besar-besaran dalam perekrutan pemain asing ternama termasuk Ruben Neves, Sergej Milinkovic-Savic dan Kalidou Koulibaly.
"Kunci dari hasil ini adalah para pemain dan semangat yang mereka tunjukkan di lapangan malam ini. Kami harus melakukan sesuatu yang luar biasa karena kami semua tahu Manchester City,” kata Inzaghi.
"Kami harus mendaki Gunung Everest tanpa oksigen dan kami berhasil. Semua pemain luar biasa dalam segala hal, baik saat menguasai bola maupun saat tidak menguasai bola. Kami sangat terorganisir dalam penguasaan bola dan bermain dengan baik secara teknis melawan tim yang sangat agresif dan kuat dalam penguasaan bola,” papar pria asal Italia itu.
“(Pep) Guardiola, menurut saya, adalah pelatih terbaik di dunia, tetapi malam ini kami telah berusaha sebaik mungkin dan saya yakin kami pantas mendapatkan hasil ini,” ucapnya.
Pep Guardiola menyesali ketidakmampuan timnya untuk memanfaatkan sejumlah peluang mencetak gol terutama di babak pertama. “Level kompetisi ini setara dengan Piala Dunia,” kata Guardiola, yang membawa City meraih gelar Piala Dunia Klub pada 2023. "Satu-satunya penyesalan saya adalah kami membiarkan mereka terus berlari. Melawan tim yang bertahan begitu dalam, sayap-sayap kami bermain brilian tapi pada akhirnya kami seharusnya mencetak gol dan itu tidak terjadi,” paparnya.
“Kami sangat ingin terus berlanjut, tapi tidak mudah berada di sini setiap empat tahun sekali. Tim masih memiliki perasaan bermain baik tapi kami pulang dan sekarang saatnya beristirahat, menyegarkan pikiran dan kembali untuk musim depan,” tuntasnya.
Editor: Aspian Nur