Sementara bagi yang kalah, selain jurang tanpa sepak bola Eropa tahun depan ada rasa malu karena begitu banyak rekor yang tidak diinginkan terpecahkan dan ketidakpastian yang menggantung di masa depan mereka karena memimpin “kejatuhan yang spektakuler”.
Tak dipungkiri, dua wakil Liga Inggris itu melewati musim kompetisi yang menyedihkan di kompetisi domestic. Sudah lama berlalu saat United mendominasi Liga Primer dan menantang puncak sepak bola Eropa secara teratur.
Namun, bahkan setelah 12 tahun tanpa memenangkan gelar Liga Primer Inggris, musim ini merupakan titik terendah yang baru.
Setan Merah berada di urutan ke-16 dari 20 tim di klasemen setelah mencatatkan rekor klub dengan 18 kekalahan dalam satu musim sejak Premier League dimulai pada tahun 1992. Mereka juga dipastikan akan mencatatkan total poin terburuk sepanjang sejarah, serta finis di posisi terendah.
"Kami memiliki hal yang lebih besar untuk ditangani untuk mengembalikan klub ini ke papan atas. Laga final bisa membantu dan memberi kami kekuatan untuk melakukan apa yang harus kami lakukan," tegas pelatih United Ruben Amorim melansir dari apnews.com Rabu (21/5/2025) hari ini.
"Orang-orang akan melihat tim kami dengan cara yang berbeda jika kami bisa memenangkan gelar Eropa. Itu akan membantu kami untuk masa depan walau itu tidak mengubah musim," imbuhnya.
Sedangkan The Lily Whites berada satu peringkat dibawah United setelah kalah 21 kali di liga, juga merupakan rekor klub di era modern. Runner-up Liga Champions 2019 itu mengincar trofi pertama sejak Piala Liga Inggris 2008.
“Sulit untuk mengkontekstualisasikan beberapa tahun terakhir,” kata pelatih Tottenham Ange Postecoglou. "Saya telah mencoba untuk tetap berpegang pada proses membawa klub ke tempat dimana mereka dapat bersaing untuk mendapatkan trofi sambil meremajakan skuad. Ini merupakan tantangan yang cukup berat, tetapi ada kesempatan untuk mencapai tujuan utama di final nanti," sebutnya.
Sejatinya jarang sekali ada final besar yang memiliki banyak hal yang dipertaruhkan selain trofi itu sendiri. Tidak ada tim yang terlihat mampu untuk menantang posisi lima besar di Liga Primer, yang akan mengamankan kualifikasi Liga Champions. Namun di musim ketika kedua tim menempati posisi aman terakhir sebelum degradasi, mereka memiliki jalur yang membingungkan ke Liga Champions melalui Liga Eropa.
Liga Champions menawarkan gengsi untuk bermain bersama tim-tim seperti Real Madrid dan Barcelona, menarik pemain-pemain yang prospektif dan memberikan keuntungan finansial yang besar.
Real Madrid mendapatkan hampir $154 Juta, setara dengan Rp2,6 Triliun, dari memenangkan kompetisi ini untuk yang ke-15 kalinya secara berturut-turut pada musim 2023/2024 lalu. Total hadiah uang telah meningkat dari 2 miliar dolar pada musim lalu menjadi 2,7 miliar dollar pada musim yang diperpanjang ini, setara dengan Rp33,12 Triliun.
“Itu adalah hadiah yang sangat besar dan kami tahu betapa pentingnya bermain di Liga Champions, tapi klub ini sudah pernah bermain di Liga Champions sebelumnya; kami sudah sangat lama tidak memenangkan trofi,” ungkap Postecoglou.
United, khususnya, dapat menggunakan sebagian dari uang tersebut pada saat kehilangan pekerjaan dan pemangkasan di bawah pemilik baru Jim Ratcliffe, sementara Amorim berharap dapat membangun kembali skuadnya di akhir musim.
Meskipun kembali ke Liga Champion juga menarik bagi Tottenham, kesempatan untuk mengakhiri kemandulan trofi mungkin akan lebih menarik. Bahkan tidak ada pelatih kelas atas seperti Mauricio Pochettino, Jose Mourinho, atau Antonio Conte yang dapat mengakhiri penantian Spurs untuk meraih gelar juara.
Mungkin sudah menjadi takdir bahwa Postecoglou adalah orang yang dapat mengakhiri kekeringan tersebut, setelah di awal musim dengan berani memprediksikan dia akan selalu memenangkan sebuah tropi di tahun keduanya.
Hal itu terjadi di klub-klub sebelumnya, Brisbane Roar, Yokohama F Marinos dan Celtic - namun akan sangat luar biasa jika ia melanjutkan hal tersebut di tengah-tengah musim yang penuh perjuangan. "Ini bukan karena menginginkan pemain kelas dunia. Klub ini telah memiliki pemain-pemain kelas dunia," ujar Postecoglou. "Ini bukan karena menginginkan manajer kelas dunia. Mereka telah memiliki manajer kelas dunia. Itu adalah hal lain yang akan mengubah klub ini," paparnya.
Sebaliknya, United terus memenangkan trofi meskipun gagal menjuarai Premier League sejak mantan manajer Alex Ferguson pensiun pada 2013. Ini bisa menjadi tahun ketiga berturut-turut United mengakhiri musim dengan trofi setelah memenangkan Piala Liga 2023 dan Piala FA 2024.
Amorim menggantikan Erik ten Hag sebagai pelatih United pada bulan November tetapi belum mampu membalikkan keadaan.
Dia telah kalah dalam 14 dari 26 pertandingan liga, termasuk enam dari delapan pertandingan terakhir.
Meskipun tidak ada indikasi pekerjaannya terancam, dia telah menimbulkan keraguan tentang posisinya dan mengakui merasa malu dengan penampilan timnya.
Postecoglou sudah dua tahun bekerja di Spurs dan menjadi manajer permanen keempat klub dalam empat tahun ketika bergabung dari Celtic pada 2023.
Postecoglou akan menjadi pelatih Australia pertama yang memimpin sebuah tim di final besar Eropa, dalam laga yang akan menjadi pertandingan ke-100 sebagai manajer Tottenham.
Sebuah trofi besar akan memberikan warna yang berbeda pada musim di mana Spurs secara dramatis mengalami penurunan sejak ia membawa mereka finis di posisi kelima pada tahun pertamanya.
Dia dan Amorim telah berbicara tentang kesamaan tentang posisi mereka. “Saya kira dari sudut pandang emosional dan kebisingan di sekitar klub,” kata Postecoglou, “kami menghadapi hal yang sama tentang sesuatu yang sangat fantastis dalam hal perjalanan di Eropa, dan juga sesuatu yang jelas merupakan kebalikan dari itu, hal yang ekstrem di liga,” tuntasnya.
Mengenai kesiapan tim, Manchester United akan memiliki trio pemain yang kembali dari cedera untuk laga final nanti dimana Amorim mengatakan Diogo Dalot, Leny Yoro dan Joshua Zirkzee siap untuk turun dari bangku cadangan. "Sangat bagus bagi kami," kata Amorim. "Tentu saja, menit bermain mereka terbatas, tetapi mereka dapat membantu kami memenangkan pertandingan," ucapnya.
Dalot mengalami cedera betis sejak April dan Yoro absen sejak awal bulan ini. Matthijs de Ligt tidak akan tampil, namun ikut dalam perjalanan ke Bilbao untuk mendukung rekan-rekan setimnya. Lisandro Martinez adalah satu-satunya pemain tim utama yang tidak bisa tampil karena masih harus absen karena cedera lutut yang serius.
Kembalinya Zirkzee merupakan kejutan terbesar karena sebelumnya ia harus absen untuk musim ini karena cedera hamstring yang dideritanya pada bulan April.
"Saya juga," kata Amorim ketika diberitahu bahwa tidak ada yang menduga kembalinya sang penyerang. "Mereka pulih dengan cukup baik. Mereka mendorong, tentu saja, dan kami harus menghormati perasaan pemain, tetapi kami mendorong sedikit, karena mereka ingin menjadi bagian dari tim. Itu adalah pertanda yang sangat bagus."
Sementara Postecoglou mengatakan gelandang Lucas Bergvall belum pulih dari cedera pergelangan kaki tepat waktu untuk pertandingan final. Dia ikut dalam tim di Bilbao namun tidak akan bermain. Gelandang Pape Sarr akan tersedia meskipun tidak menyelesaikan pertandingan liga melawan Aston Villa pekan lalu karena masalah punggung.
Perkiraan Susunan Pemain
TOTTENHAM HOTSPUR: Vicario; Porro, Romero, Van de Ven, Udogie; Sarr, Bissouma, Bentancur; Johnson, Solanke, Son Heung-min
Pelatih: Ange Postecoglou
MANCHESTER UNITED: Onana; Lindelof, Maguire, Yoro; Mazraoui, Ugarte, Casemiro, Dorgu; Diallo, Fernandes; Hojlund
Pelatih: Ruben Amorim
Editor: Aspian Nur