Saat ini Nerazzurri mengoleksi 78 poin berada di posisi kedua, akan bertandang ke Como pada hari terakhir pekan depan, sementara Napoli yang memimpin klasemen mengoleksi 79 poin dan akan menjamu Cagliari.
Kalau pekan depan Napoli kalah dan Inter bermain imbang yang membuat poin jadi sama, gelar juara akan ditentukan melalui babak playoff.
Napoli sebenarnya bisa meraih gelar juara Liga Italia keduanya dalam tiga tahun terakhir di musim 2024/2025 ini, pada akhirnya mereka harus menunggu setelah tim asuhan Antonio Conte itu bermain imbang tanpa gol saat dijamu Parma di Stadion Ennio Tardini padahal tuan rumah tim papan bawah yang terancam degradasi.
Antonio Conte mengungkapkan dampak emosional dari perebutan gelar juara yang melelahkan dan mengakui musim ini telah mendorongnya melampaui batas kemampuannya saat timnya bersiap untuk melakukan upaya terakhir untuk meraih gelar juara Serie A.
“Ini jelas merupakan musim tersulit dalam karier saya,” kata Conte kepada DAZN. "Saya memberikan segalanya, saya melampaui batas kemampuan saya. Saya juga tahu saya kelelahan, saya baru saja mencapai akhir musim ini. Napoli luar biasa untuk gairah dan antusiasme, tetapi juga membawa tuntutan dan harapan yang sering kali lebih tinggi dari kemampuan realistis,” sebut pelatih berusia 55 tahun itu.
Il Partenopei dapat mengamankan gelar kedua mereka dalam tiga tahun terakhir kalau mampu mengalahkan Cagliari pekan depan. "Kami sudah dekat dengan Scudetto, namun kami masih harus mengambil langkah terakhir. Itu akan dilakukan di kandang kami, dengan dukungan dari para penggemar kami," kata Conte lagi.
Namun karena kartu merah yang diterimanya pada menit-menit akhir pertandingan melawan Parma, Conte tidak akan duduk di bangku cadangan saat melawan Cagliari, setelah terlihat bertengkar dengan pelatih Parma, Cristian Chivu.
“Saya kesal dengan gangguan Parma karena saya terbiasa dengan sepak bola Inggris, dimana tidak ada banyak perhentian untuk kram, cedera, berpura-pura cedera, jadi itu membuat saya jengkel dan itulah mengapa saya dikeluarkan,” ungkapnya mengenai kartu merah itu.
Sementara Inter gagal menyalip sang rival karena juga bermain imbang 2-2 saat menjamu Lazio di San Siro yang membuat tekanan hebat akan mereka rasakan saat menghadapi Como pekan depan karena kekalahan akan memberikan gelar juara kepada Napoli jika sang pemuncak klasemen menang di markas Parma.
Di San Siro, Yann Bisseck menjadi pahlawan sekaligus biang kegagalan Inter Milan. Ia mencetak gol pembuka di waktu tambahan babak pertama menit 45+2, namun disamakan Pedro Rodriquez Ledesma menit 72 babak kedua. Sundulan Denzel Dumfries menit 79 membuat tuan rumah unggul 2-1 namun Bisseck memberikan sebuah tendangan penalti di menit-menit akhir untuk Lazio mampu karena handsball di kotak terlarang menit 90 yang diselesaikan dengan baik oleh Pedro. mantan pemain Barcelona dan Chelsea itu memastikan satu poin untuk tim tamu lewat brace yang ditorehkannya
Disaat Inter mengira mereka telah mengunci kemenangan di masa tambahan waktu, sundulan Marko Arnautovic ternyata dianulir karena offside, hal mana yang membuat pelatih Inter Simone Inzaghi protes dan berujung sama seperti Antonio Conte, kena kartu merah. Lazio saat ini berada di peringkat enam dengan 65 poin, dua poin di belakang Juventus di peringkat empat.
Seperempat dari para pelatih di Serie A dapat menyaksikan pertandingan terakhir tim mereka dari tribun penonton, karena Sérgio Conceição dari Milan kemungkinan besar juga akan mendapatkan larangan bermain dalam satu pertandingan setelah mendapatkan kartu merah.
Juventus sendiri naik ke peringkat empat dengan kemenangan 2-0 atas Udinese lewat gol Nicolas Gonzalez menit 61 dan Dusan Vlahovic menit 88. Mereka unggul satu poin atas Roma, yang mengalahkan AC Milan yang hanya bermain dengan 10 pemain, 3-1 dan dua poin di atas Lazio.
Juventus akan mengunjungi Venezia yang terancam degradasi di hari terakhir, sementara Roma bertandang ke Torino dan Lazio menjamu Lecce yang juga akan berjuang untuk bertahan di Serie A.
Editor: Aspian Nur