Yamal mencapai penampilan ke-100 bersama Barcelona bulan lalu, tiga tahun lebih muda dari Messi saat mencapai prestasi yang sama saat Barca bermain imbang 3-3 melawan Inter Milan di Montjuic, di mana ia menjadi pemain termuda yang mencetak gol di semifinal Liga Champions.
Pemecahan rekor telah menjadi hal yang rutin bagi Yamal. Ia menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Eropa tahun lalu dengan sebuah tendangan jarak jauh yang memukau ke gawang Prancis, yang membantu timnya mencapai final dimana mereka mengalahkan Inggris dan Yamal dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di turnamen tersebut.
Dia adalah pemain termuda yang melakukan debut dan mencetak gol bagi Spanyol dan juga bagi Liga, Liga Champions dan Euro. Dia juga memegang rekor sebagai pemain termuda dalam laga Clasico dan pencetak gol termuda di Piala Super dan Copa del Rey. Penampilannya melawan Inter Milan membuatnya menjadi kandidat terdepan untuk meraih Ballon d'Or 2025.
Bahkan ketika Barcelona nyaris gagal mencapai final Liga Champions pertama mereka dalam satu decade, dengan Inter berjuang keras untuk menang 4-3 di babak perpanjangan waktu pada leg kedua di San Siro, Yamal tetap tampil luar biasa, berulang kali mengancam untuk menyamakan kedudukan pada babak perpanjangan waktu hanya untuk digagalkan oleh penyelamatan kiper Yann Sommer dan tiang gawang.
Yamal telah menjadi detak jantung serangan Barcelona musim ini dengan 15 asisst di La Liga dan 25 umpan di seluruh kompetisi, ditambah 17 gol dari 53 penampilan, termasuk gol pertama dalam kemenangan 2-0 atas Espanyol dini hari tadi yang memberikan gelar juara bagi Barca.
Kontribusinya membantu Barcelona asuhan Hansi Flick menjadi raksasa ofensif, dengan trio penyerang Yamal, Robert Lewandowski dan Raphinha menyumbang 91 dari 169 gol tim musim ini.
Seiring berakhirnya musim ini, dunia sepak bola menantikan apa yang akan dicapai oleh sang playmaker muda ini selanjutnya. Tantangan berikutnya akan datang bulan depan di Jerman, dimana Spanyol akan mempertahankan gelar juara Liga Bangsa-Bangsa yang bisa jadi kesempatan lain bagi Yamal untuk memperkuat posisinya sebagai pemain terbaik dunia.
“Ini adalah LaLiga-nya Barcelona. Ini bukan tentang satu pemain, tentu saja Lamine sangat penting, tetapi kami adalah sebuah tim dan itulah yang terpenting. Tim secara keseluruhan,” kata Hansi Flick, pelatih Barca.
“Semua orang telah melakukan tugasnya dengan sangat baik. Kami adalah sebuah tim. Inilah yang kami inginkan. Kami telah memberikan versi terbaik untuk klub ini. Semua penggemar bisa bangga.
“Lamine telah mencetak lebih banyak gol seperti ini. Dia berlatih setiap hari dengan gerakan yang sama, tetapi hari ini adalah gol yang sempurna dan itulah kelebihannya dibanding pemain lain,” tutup Flick.
Editor: Aspian Nur