Comeback luar biasa dilakukan Blaugrana yang tertinggal 0-2 hanya dalam waktu 15 menit untuk membalikkan keadaan dengan skor akhir 4-3.
Kylian Mbappe mencetak gol cepat untuk Los Blancos menit ke-5 lewat penalti dan digandakannya menit 14. Tak panik dengan ketertinggalan, tuan rumah membalas via sundulan Eric Garcia menit 19 dan sepakan pressing Yamine Lamal menit 32. Masih belum cukup, tandem Yamine Lamal di sisi kiri, Rapinha, mencetak brace dari serangan balik cepat menit 34 dan 54.
Kendati pun Mbappe mampu mencetak hattrick dengan gol ketiga menit 70, nyatanya itu tak cukup menghindarkan Real Madrid dari kekalahan.
Kemenangan ini memperpanjang keunggulan angka Barcelona dipuncak klasemen menjadi tujuh poin dari Los Blancos yang berada diposisi kedua dan dengan tiga pertandingan tersisa. Satu kemenangan lagi sudah cukup untuk Barcelona memberikan gelar Liga Spanyol ke-28 bagi tim dari Catalan.
Barcelona bisa mengamankan gelar LaLiga paling cepat pada hari Rabu (14/5/2025) lusa jika Real Madrid gagal meraih kemenangan di Mallorca. Namun, terlepas dari hasil yang diraih Real, kemenangan Barcelona dalam derbi kota melawan Espanyol pada hari Kamis (15/5/2025) bisa memastikan gelar juara bagi Barca.
Manajer Barcelona Hansi Flick mendesak para pemainnya untuk tetap fokus dan menghindari perayaan yang terlalu dini saat mereka bergerak ke ambang gelar juara LaLiga dengan kemenangan ini.
“Saya belum merasa kami adalah juara dan saya yakin para pemain saya juga berpikiran sama,” ujar Flick dalam konferensi pers usai laga.
"Akan sangat menyenangkan jika bisa memenangkan gelar ganda La Liga dan Copa del Rey dan satu kemenangan saja sudah cukup bagi kami untuk melakukannya. Tetapi inilah sepak bola. Tentu saja, kami berada dalam posisi yang baik tetapi semua tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kami memiliki tiga pertandingan di depan kami dan semua rival ingin mengalahkan kami, jadi kami harus tetap focus," tegasnya.
Flick memuji para pemainnya atas kegigihan mereka dalam membalas dua gol cepat dari Kylian Mbappe untuk mengamankan kemenangan krusial yang membuat Madrid berada di ambang musim tanpa trofi.
"Tidak mudah untuk bangkit setelah tertinggal 2-0, tetapi mentalitas tim sangat luar biasa, bagaimana mereka selalu ingin menyerang tanpa henti. Senang rasanya melihat mereka di atas lapangan," ujar Flick.
Kemenangan ini merupakan sebuah pernyataan akan ketabahan dan ketangguhan para pemainnya usai kegagalan di semi final Liga Champions.
"Ini sangat fantastis. Dan itu semua berkaitan dengan latihan, bagaimana mereka suka berkompetisi satu sama lain. Anda bisa melihatnya di sesi latihan. Dalam empat bulan terakhir ini tidaklah mudah karena jadwal yang padat. Saya bangga dengan mentalitas dan sikap tim saya," pungkasnya.
Bagi Manajer Real Madrid Carlo Ancelotti, ini sekaligus penutup yang pahit bagi pria asal Italia itu karena selalu kalah di laga El Clasico musim ini dan akan mengingatnya sepanjang waktu karena laga klasik terakhirnya bersama Madrid pasca tak memperpanjang kontrak dan dikabarkan bersiap melatih timnas Brasil.
Don Carlo pun menyesali kesalahan-kesalahan yang dilakukan timnya saat mereka menyia-nyiakan keunggulan dua gol dan membiarkan Barcelona meraih kemenangan 4-3.
Pria yang biasanya terlihat tenang di pinggir lapangan, hanya dapat menggelengkan kepalanya saat lini pertahanan yang dilanda cedera berjuang melawan serangan tanpa henti dari Barcelona di Montjuic Olympic Stadium yang telah terjual habis.
Bahkan dengan hat-trick dari Kylian Mbappe, Madrid dirugikan dengan absennya para pemain bertahan utama mereka seperti Eder Militao, Antonio Ruediger, Dani Carvajal, Ferland Mendy dan David Alaba - karena cedera.
“Semua orang dapat memberikan penilaian apapun yang mereka inginkan,” ujar Ancelotti ketika ditanya mengenai musim yang mengecewakan bagi sang juara tahun lalu, yang akan berakhir tanpa trofi.
“Kami harus mengakhiri musim ini dengan baik dan mencoba untuk memenangkan tiga pertandingan yang tersisa,” singkatnya.
Editor: Aspian Nur