Sementara itu Chelsea juga tinggal satu pertandingan lagi untuk meraih trofi Eropa setelah mencapai final Conference League pada 28 Mei menghadapi wakil LaLiga Primera spanyol, Real Betis, di Stadion Wroclaw, Polandia.
Manchester United ke final setelah menang 4-1 di Old Trafford Jumat (9/5/2025) dini hari tadi saat menjamu Athletic Bilbao pada semi final leg kedua yang membuat aggregate jadi 7-1 karena pada semi final leg pertama pekan lalu Setan Merah menang 0-3 di markas lawan yang dijadikan laga final tersebut.
Tertinggal 0-1 lewat gol Bilbao yang dicetak Mikel Jauregizar menit 31, tuan rumah berbalik unggul lewat dua gol Mason Mount menit 72 dan 90+1 serta gol Casemiro menit 79 dan Rasmus Hojlund menit 85.
“Ini adalah hal yang dapat kami lakukan untuk para penggemar atas semua dukungan yang mereka berikan kepada kami di musim yang sulit ini. Namun saya sudah merasa tertekan karena laga final, karena jika kami tidak memenangkannya, pada akhirnya itu tidak ada artinya,” ujar pelatih United Ruben Amorim kepada TNT Sports 1.
Sementara di pertandingan lain di Aspmyra Stadion, markas klub Bodo/Glimt di Norwegia, Tottenham Hotspur kembali menang 0-2 pada leg kedua semi final setelah di leg pertama menang di London 1-3. Di markas lawan dini hari tadi, Dominic Solanke mencetak gol pembuka babak kedua menit 63, digandakan Pedro Porro menit 69.
Pelatih Tottenham Ange Postecoglou membidik para pengkritik Tottenham dengan mengatakan: “Maksud saya, siapa yang peduli jika kami kesulitan di liga? Mengapa itu penting? “Jika sangat mudah untuk mencapai final, mengapa tidak semua orang yang finis di tiga besar melakukannya? Itu adalah hal yang terpisah. Tidak ada hubungannya dengan performa di liga,” tegas Ange.
Sedangkan Chelsea akan menghadapi Real Betis di final Conference League setelah mereka mengalahkan Djurgarden 1-0 di Stamford Bridge untuk melengkapi kemenangan agregat 5-1.
Kiernan Dewsbury-Hall mencetak satu-satunya gol di leg kedua, dengan menyarangkan bola ke gawang lawan di menit ke-38 setelah menerima umpan tajam dari pemain muda Tyrique George.
Sang pelatih, Enzo Maresca, tidak sabar untuk menghadapi “ayah profesionalnya”, Manuel Pellegrini di Wroclaw pada final nanti.
Seperti diketahui, Betis dipimpin oleh mantan pelatih Manchester City dan Real Madrid Manuel Pellegrini, mantan juara Liga Primer di Etihad yang pernah melatih Maresca di akhir karirnya sebagai pemain di Malaga.
“Dia seperti salah satu ayah profesional saya,” kata Maresca, yang juga pernah menjadi asisten pelatih Pellegrini di West Ham. “(Saya belajar) banyak hal, terutama bagaimana mengelola pemain dan mengatur skuat. Saya bersamanya selama empat tahun, dua tahun sebagai pemain, dua tahun sebagai asisten pelatih. Saya tahu persis bagaimana dia berpikir tentang pemain,” ujar Maresca.
Editor: Aspian Nur