Penjaga gawang asal Italia itu melakukan penyelamatan dari tendangan jarak dekat Gabriel Martinelli dengan sangat luar biasa dan beberapa menit kemudian mengulurkan tangannya untuk menepis tembakan keras kapten Arsenal Martin Odegaard. Gigi melakukan lima penyelamatan secara total pada pertandingan itu.
“Itu adalah pertandingan yang indah. Penyelamatan saya terhadap Odegaard? Itu sangat bagus, bola melewati sela-sela kaki rekan setim saya. Saya banyak bekerja dengan bola-bola rendah, namun Ibu Pertiwi juga ikut andil,” ujar kiper yang memiliki tinggi badan 6 kaki 6 inci itu usai laga.
Seandainya Arsenal mencetak gol saat itu, hasil pertandingan mungkin akan berbalik kearah The Gunners, tetapi gol-gol dari Fabian Ruiz dan Achraf Hakimi membuat PSG memimpin sebelum Bukayo Saka, yang sebelumnya digagalkan oleh Gigi dengan penyelamatan gemilang, akhirnya berhasil membalas dengan satu gol meskipun terlambat.
“Dalam dua pertandingan, siapa yang menjadi pemain terbaik mereka di lapangan adalah penjaga gawang. Dia membuat perbedaan,” kata manajer Arsenal, Mikel Arteta, kepada wartawan.
Donnarumma, yang akan bermain di final Liga Champions pertamanya saat PSG menghadapi Inter pada 31 Mei, juga menjadi penghalang yang tak tergoyahkan pada leg pertama di London utara saat ia melakukan penyelamatan gemilang untuk melindungi keunggulan PSG.
“Dia menunjukkan mengapa dia adalah seorang penjaga gawang elite, melakukan beberapa penyelamatan luar biasa dan membuat mereka tetap dalam permainan,” kata penyerang Arsenal, Mikel Merino, mengenai aksi heroik pemain asal Italia itu.
Gelandang Arsenal Decan Rice juga tak kalah terkesan. “Dalam dua leg, kami bisa saja mencetak tiga atau empat gol tetapi Donnarumma tampil luar biasa,” katanya.
Donnarumma yang rendah hati lebih memilih untuk memberikan penghormatan kepada anggota serikat penjaga gawang lainnya. “Kemarin (Sommer) sangat bagus, dia melakukan lebih banyak penyelamatan daripada saya. Dia memainkan pertandingan yang fantastis, itu adalah pertandingan yang hebat,” ungkap kiper timnas Italia itu.
Editor: Aspian Nur