Kemenangan 0-1 pada leg pertama pekan di London melengkapi keberhasilan Les Parisiens menyingkirkan The Gunners lewat aggregate 3-1 untuk kemudian bersiap bersua Inter Milan yang sukses menyingkirkan Barcelona 7-6 dalam laga klasik di semifinal lainnya sehari sebelumnya.
Di depan pendukung sendiri, PSG yang memerlukan hasil imbang sempat mendapat tekanan di awal laga, namun mereka unggul lewat penyelesaian akhir setelah Fabian Ruiz mencetak gol menit 27 babak pertama.
Dibabak kedua, Achraf Hakimi, pemain timnas Maroko, menggandakan keunggulan jadi 2-0 lewat golnya menit 72. Tim tamu sempat membalas empat menit berselang lewat Bukayo Saka namun skor 2-1 bertahan hingga bubaran.
“Ini adalah emosi yang sangat indah. Kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Jalannya sulit dan lambat, dan kami menghadapi pertandingan yang sangat sulit,” kata kapten PSG Marquinhos yang mengalami beberapa kekalahan memalukan dalam kompetisi bersama PSG, setelah tim Ligue 1 itu menyingkirkan tim Premier League ketiga mereka secara beruntun setelah Liverpool dan Aston Villa.
“Sekarang kami harus memanfaatkannya sebaik mungkin dan mempersiapkan diri untuk final dengan cara terbaik. Jalan menuju final sudah terbuka, tetapi ini belum berakhir,” sebut pemain timnas Brasil itu.
Kiper PSG Gianluigi Donnarumma melakukan beberapa penyelamatan kelas dunia di lagaini, begitu pula dengan kiper Arsenal David Raya yang berhasil menepis eksekusi penalty Vitinha menit 69. Sejatinya Arsenal bisa menyamakan skor namun sepakan Saka membentur mistar gawang, membuat Arsenal gagal mencapai final Liga Champions pertama mereka sejak 2006.
“Fakta kami bermain seperti ini melawan salah satu tim terbaik di Eropa memberikan saya kebanggaan yang luar biasa, tetapi saya juga sangat kesal, sangat kesal karena kami tidak berhasil,” ujar pelatih Arsenal, Mikel Arteta.
Pelatih PSG Luis Enrique meninggalkan Ousmane Dembele di bangku cadangan setelah penyerang Prancis itu baru kembali berlatih dua hari jelang pertandingan menyusul cedera otot yang dideritanya pada leg pertama
“Kita berada di final, kita berada di final,” teriak para pendukung PSG di Boulogne Kop pada babak kedua, saat tim mereka bermain dengan penuh percaya diri.
Luis Enrique mengungkapkan titik balik dalam kampanye PSG terjadi di awal musim ketika hasil di Liga Champions tidak sesuai dengan harapan.
“Saya tidak ingat kapan tepatnya, tetapi ketika hasil di Liga Champions sangat buruk dan terasa tidak adil, saya berbicara kepada para pemain. Kami mengadakan pertemuan dengan para staf dan pemain dan mengatakan kami adalah salah satu tim terbaik di Eropa,” tegas pria Spanyol itu.
Marquinhos, kapten tim PSG yang telah bergabung dengan klub sejak 2013 dan telah melalui beberapa momen memalukan di Liga Champions, memuji Luis Enrique.
“Pelatih mengambil langkah demi langkah untuk memperbaiki tim ini. Ketika dia tiba, dia melihat ada banyak hal yang harus diubah, terutama dalam hal mentalitas,” sebutnya.
Arsenal akan bertanya-tanya bagaimana musim yang penuh dengan janji bisa berakhir dengan tangan hampa. “Kami harus belajar dari hal ini. Kami melakukan banyak hal bagus, tetapi itu tidak cukup,” kata kapten Arsenal Martin Odegaard.“Di dalam kotak penalti, dalam dua pertandingan, kami tidak cukup baik,” imbuh Odegaard.
Mikel Arteta yang emosional bersikeras bahwa Arsenal telah menjadi tim terbaik di Liga Champions musim ini dan tidak pantas kalah di semi final, saat ia mengungkapkan kekalahan mereka di Paris membuat para pemainnya menangis. “Saya tidak berpikir ada tim yang lebih baik di kompetisi sejauh ini dari apa yang saya lihat, tetapi kami tersingkir,” ucapnya.
Satu-satunya harapan Arsenal untuk meraih trofi di Piala Eropa adalah setelah Liverpool dinobatkan sebagai juara Premier League dengan empat pertandingan tersisa.
The Gunners telah finis sebagai runner-up dalam dua musim terakhir di liga, dan memasuki tiga pertandingan terakhir mereka dengan menempati posisi kedua.
Arteta telah menghidupkan kembali peruntungan Arsenal di kancah domestik dan Eropa dengan penampilan pertama mereka di semifinal Liga Champions dalam 16 tahun terakhir. Namun, masa jabatannya selama lima setengah tahun hanya menghasilkan satu trofi - kemenangan mereka di Piala FA 2020.
Editor: Aspian Nur