Pada Jumat (25/4/2025) kemarin, Burgos dalam jumpa pers kepada media menggambarkan pelecehan verbal yang diderita anaknya karena kritik yang diterima dari klub-klub papan atas sepak bola khususnya saat memimpin pertandingan Real Madrid.
Ricardo de Burgos Bengoechea mengungkapkan kesedihannya kepada para wartawan setelah stasiun televisi milik klub Madrid menayangkan sebuah video yang diduga mendokumentasikan prasangka buruknya terhadap klub.
“Melihat anak Anda pulang dari sekolah sambil menangis karena ada anak yang mengatakan ayahnya adalah seorang penjahat, itu sangat sulit untuk diterima,” ujar De Burgos dengan suara tercekat.
"Apa yang saya lakukan adalah mengatakan kepada anak saya ayahnya adalah seorang yang terhormat. Saya melakukan kesalahan, seperti atlet lainnya, tetapi saya terhormat," katanya. "Saya ingin anak saya bangga dengan ayahnya dan profesi wasit, tidak seorangpun yang memiliki hak untuk menyudutkan rekan-rekan saya dengan apa yang mereka hadapi," ucap Burgos lagi.
Video Real Madrid TV mengklaim Los Blancos hanya memenangkan 64 persen pertandingan yang dipimpin oleh De Burgos, dengan 81 persen dimenangkan oleh Barcelona di bawah kepemimpinannya. Sebuah suara yang tidak disebutkan namanya menyebutnya sebagai “perbedaan yang luar biasa” sementara juga mempertanyakan bakatnya dan menunjukkan gambar-gambar yang diduga sebagai kesalahan.
Video tersebut diiringi dengan musik yang dramatis. Tidak disebutkan siapa lawan yang dihadapi dalam pertandingan-pertandingan tersebut atau apakah pertandingan-pertandingan tersebut dimainkan di kandang atau tandang.
Banyak pengamat netral melihat hal ini sebagai upaya Madrid untuk menekan para wasit sebelum pertandingan.
TV klub Real Madrid sendiri menjadikan sebuah kebiasaan untuk menayangkan video-video yang mendiskreditkan wasit. Hal ini merupakan bagian dari kampanye publisitas yang dilakukan oleh klub pada musim ini untuk melawan para penegak peraturan sepak bola.
Pada bulan Februari, klub telah mengirimkan surat kepada Federasi Sepakbola Spanyol yang menyatakan bahwa juara liga 36 kali itu secara rutin dirugikan oleh keputusan-keputusan wasit. “Keputusan-keputusan yang merugikan Real Madrid telah mencapai satu titik dimana pemalsuan dan manipulasi kompetisi tidak dapat diabaikan,” ujar mereka.
Wasit lain yang mengkartu merah gelandang Madrid Jude Bellingham karena mengumpat kepadanya dilaporkan oleh beberapa media Spanyol memiliki aktivitas bisnis yang berarti konflik kepentingan dengan wasit. Federasi telah menyelidiki masalah ini sebelum membebaskannya dari segala kecurigaan.
De Burgos berbicara bersama dengan wasit VAR Pablo González Fuertes dalam konferensi pers pra Copa del Rey itu yang sudah menjadi tradisi bagi para kru wasit, sebuah momen yang jarang terjadi dimana para wasit ditanyai oleh media.
González Fuertes mendukung rekannya sesama wasit dan memberikan peringatan kalau wasit-wasit Spanyol akan melakukan tindakan-tindakan yang tidak ditentukan untuk mengurangi serangan-serangan terhadap kehormatan mereka.
"Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa kita harus mulai mengambil tindakan yang lebih serius," ujar González Fuertes, tanpa memberikan rinciannya.
Dirinya khawatir kebencian verbal yang diterima para wasit dari para pemain dan juga di media sosial dapat memiliki konsekuensi di dunia nyata.
"Suatu hari nanti semua akan menghadapi masalah yang nyata dan semua akan menundukkan kepala dan mengutuk apa yang telah terjadi, tetapi siapa yang akan bertanggung jawab atas situasi ini?" sebutnya.
Madrid sendiri menyerang balik para wasit menyebut pernyataan mereka tidak dapat diterima dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan malam tadi.
"Pernyataan-pernyataan ini, yang secara mengejutkan menempatkan video yang dibuat oleh media yang dilindungi oleh kebebasan berekspresi, seperti Realmadrid TV, yang dibuat dengan cara yang direncanakan 24 jam sebelum final melawan salah satu pesertanya, menunjukkan, sekali lagi, para wasit ini menunjukkan permusuhan dan permusuhan yang jelas dan nyata terhadap Real Madrid," tegas klub.
Klub kaya raya ini berharap federasi memberikan sanksi kepada para wasit dan menegaskan tidak pernah mempertimbangkan untuk menolak memainkan laga yang penuh gengsi di Estadio La Cartuja itu sebagai tanggapan atas rumor media.
Real memboikot pertemuan dengan media resmi mereka jelang laga dan mengeluhkan sikap permusuhan dan permusuhan yang jelas dan nyata terhadap klub dari para wasit.
“Real Madrid CF menganggap pernyataan-pernyataan publik yang dibuat hari ini oleh para wasit yang ditunjuk untuk pertandingan final Copa del Rey tidak dapat diterima,” ujar mereka.
“Mengingat keseriusan dari apa yang telah terjadi, Real Madrid berharap agar mereka yang bertanggung jawab di RFEF (Federasi Sepakbola Spanyol) dan badan perwasitan bertindak sesuai dengan itu, dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan prestise institusi yang mereka wakili,” ujar mereka lagi
Dengan tensi yang meninggi, tim asuhan Carlo Ancelotti akan melakoni partai final dengan harapan dapat menyelamatkan musim yang kurang baik. Real terpaut empat poin dari Barcelona di La Liga dengan lima pertandingan tersisa dan pekan lalu tersingkir dari Liga Champions oleh Arsenal.
Barca sendiri telah memenangkan dua pertemuan sebelumnya antara kedua klub pada musim ini - 4-0 di Santiago Bernabeu dan 5-2 di final Piala Super Spanyol di Arab Saudi.
Editor: Aspian Nur