Burnley yang berada di posisi kedua klasemen menang tipis 2-1 atas tim peringkat ketiga Sheffield United sementara Leeds United dengan status pimpinan klasemen menang setengah lusin gol alias 6-0 saat menjamu Stoke City yang saat ini terdampar diposisi ke-17 klasemen.
Leeds dan Burnley sama-sama mengemas 94 angka dari 44 laga yang sudah mereka mainkan dengan sisa dua laga lanjutan yang harus dituntaskan di musim 2024/2025 ini.
The Clarets, julukan Burnley, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 31 pertandingan dengan Josh Brownhill mencetak dua gol sementara gol Sheffield dicetak Tom Cannon. Sebuah kemenangan yang membuat mereka meraih posisi dua besar bersama the Whites, julukan Leeds United.
Bagi the Blades, kekalahan keempat dari lima pertandingan berarti mereka akan finis di posisi ketiga dan harus berjuang keras di akhir musim jika mereka ingin merebut tempat promosi ketiga.
Anak asuh Scott Parker telah membangun kampanye mereka dengan usaha pertahanan yang luar biasa dan kemenangan ini berarti mereka telah mengamankan promosi dengan memecahkan rekor 104 tahun, catatak tak terkalahkan terpanjang mereka.
Membutuhkan kemenangan untuk kembali ke divisi utama pada kesempatan pertama, Burnley tidak melakukan kesalahan di depan para penonton untuk melakukan perayaan di Turf Moor dan juga di Bremner Suite di Elland Road, di mana para pemain Leeds berlaga.
Bos Leeds Daniel Farke, memberikan pujian kepada para pemainnya yang telah mempertahankan keberanian mereka dan memastikan mereka kembali ke Liga Primer.
Joel Piroe mencetak empat gol, termasuk hat-trick tercepat di liga yang pernah dicetak oleh Leeds, dengan gol-golnya di menit keenam, kedelapan dan ke-20 dan menambahkan gol keempatnya sebelum turun minum setelah Junior Firpo membuat tim asuhan Farke unggul 4-0 dalam waktu 26 menit.
Willy Gnonto mencetak gol keenam tuan rumah di babak kedua.
"Cara kami tampil dalam beberapa pekan terakhir, semangat dan kualitas penampilan serta konsistensi hasil, terutama dengan clean sheet, tidak ada duanya,” ujar Farke yang timnya tergelincir keluar dari dua besar selama musim lalu sebelum kalah dari Southampton di final play-off melansir dari laman dailymail.co.uk pagi ini.
“Ini benar-benar luar biasa dan semua pujian diberikan kepada para pemain atas cara mereka menangani situasi ini, tidak hanya kualitas penampilan, tetapi mentalitas dan semangat yang luar biasa,” tegasnya.
Leeds mengakhiri absennya mereka di divisi utama selama dua tahun dengan kemenangan keempat beruntun di liga dan kemenangan ke-17 di kandang musim ini.
Sementara Burnley yang ditangani pelatih Scott Parker hanya kebobolan 15 gol dalam 44 pertandingan dan kemenangan atas rival promosi mereka memastikan mereka tidak dapat dikejar dengan dua pertandingan tersisa.
"Saya tidak bisa berkata-kata. Semua kerja keras musim ini. Kami telah dicoret berkali-kali, orang-orang menyebut kami membosankan tetapi kami telah kembali ke Premier League,“ kata Josh Brownhill, kapten tim sekaligus pencetak kedua gol timnya kepada Sky Sports.
Scott Parker sendiri kini telah memenangkan promosi ke Premier League dengan tiga klub yang berbeda, setelah meraih prestasi bersama Fulham dan Bournemouth.
Namun, ia merasa ini adalah puncaknya. "Ini benar-benar berarti segalanya. Kami menetapkan misi di awal tahun untuk mendapatkan promosi dan di awal musim ada banyak pasang surut, tetapi di mana kami saat ini sangat luar biasa. Saya mengalami beberapa guncangan sebagai manajer setelah kehilangan pekerjaan di Bournemouth dan di Brugge. Saya memutuskan untuk mengambil cuti satu tahun dan kembali ke sini dan ada tantangan besar di depan. Saya merasa lega dan Bahagia," papar Parker.
Editor: Aspian Nur