Arsenal seharusnya sudah unggul menit ke-10 saat wait memberikan penalty namun sepakan Bukayo Saka mampu ditepis kiper Thibout Courtois. Sepuluh menit kemudian, Madrid mengira mereka akan mendapat penalti saat Declan Rice melanggar Kylian Mbappe di kotak penalti dan penyerang Prancis itu terjatuh. Namun, wasit Francois Letexier membatalkan keputusan awalnya dan Arsenal selamat.
Saka membayar kesalahannya pada babak kedua dengan mencetak gol menit 65 namun disamakan Vinicius Junior menit 67 setelah memanfaatkan kesalahan pemain belakang Arsenal. Saat laga diprediksi berakhir imbang, serangan cepat tim tamu membuahkan gol menit 90+3 dari sepakan Gabriel Martinelli.
Arsenal lolos ke semi final dan akan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) pada 29 dan 30 April leg pertama dengan leg kedua dimainkan 6-7 Mei.
Manajer Real Madrid yang telah memecahkan rekor, Carlo Ancelotti, tidak memiliki alasan setelah masa kejayaan timnya di Liga Champions diakhiri dengan cara yang tegas oleh Arsenal.
Pelatih asal Italia itu diketahui memenangkan trofi Si Kuping Besar kelima yang memecahkan rekor musim lalu saat Real mengalahkan Borussia Dortmund di Wembley, namun tim asuhannya kalah 2-1 di kandang sendiri dari Arsenal dengan skor agregat 5-1.
"Kami harus jujur, dalam dua pertandingan Arsenal memang pantas mendapatkannya dan telah mencapai semifinal," ujar Ancelotti.
"Sekarang kami berada dalam pertarungan untuk La Liga. Kami memiliki satu kelemahan tapi kami memiliki pertandingan melawan Barcelona, kami memiliki final Copa del Rey, Piala Dunia Antarklub dan kami harus mengatur bagian ini, yang merupakan bagian lain dari sepak bola yang tidak biasa kami jalani," sebutnya.
Bagi Real Madrid, kekalahan itu menimbulkan keraguan atas masa depan Carlo Ancelotti sebagai manajer klub raksasa Spanyol itu.
"Mungkin klub memutuskan untuk mengganti saya dan mungkin tahun ini atau tahun depan saat kontrak saya berakhir," kata mantan bos Chelsea, yang telah memenangkan tiga dari lima gelar Liga Champions sebagai manajer bersama Real.
Sementara manajer Arsenal Mikel Arteta mengatakan mereka kini berada di jalur yang tepat untuk memenangkan Liga Champions.
Tim Meriam London mengukir sejarah dengan menjadi tim Inggris pertama yang menang di Bernabeu dua kali, mengikuti jejak Thierry Henry yang tampil gemilang di sana hampir dua dekade lalu.
“Perasaan yang kami miliki adalah kenyataan. Kami siap bersaing dengan siapa pun. Dan sekarang kami harus terus melakukannya karena kami memiliki momentum sekarang,” kata Arteta.
“Kami berada di semi final untuk ketiga kalinya dalam sejarah kami dan saya bangga dengan cara dan cara kami melakukannya. Tidak hanya dengan cara kami bermain, tetapi juga dengan keadaan dan jumlah cedera yang kami alami,” paparnya.
Arteta juga mengungkapkan bahwa ia menelepon manajer Manchester City Pep Guardiola menjelang pertandingan.
"Saya meneleponnya pagi kemarin karena saya disini berkat dia. Sebagai pemain dan pelatih, dia telah menjadi inspirasi bagi saya. Saya menjalani empat tahun yang luar biasa bersamanya, dan saya akan selalu berterima kasih padanya," ungkap Artetata.
Editor: Aspian Nur