Benturan kedua pemain pada babak kedua itu terjadi saat Maignan bergegas keluar dari gawangnya untuk menghalau umpan panjang Udinese di belakang pertahanan Milan. Kiper asal Prancis itu tidak dapat menahan momentum larinya sementara Jimenez mundur dan keduanya tidak melihat satu sama lain sebelum akhirnya terjadi benturan. Kedua pemain tersebut terjatuh ke lantai, dengan Maignan terlihat kehilangan kesadaran sejenak.
Para pemain Milan dan wasit segera memberi isyarat kepada staf medis untuk masuk ke lapangan agar mereka dapat ditangani, dengan tandu juga dipanggil saat Maignan digulingkan ke posisi pemulihan.
Pemain berusia 29 tahun ini kemudian ditempatkan di atas tandu dan dibawa ke dalam terowongan sambil menutupi wajahnya dengan sarung tangan. Laporan di Italia mengatakan Maignan akan menjalani tes lebih lanjut di rumah sakit.
Mantan bintang Chelsea dan Aston Villa, Abraham, yang memulai pertandingan dari bangku cadangan, terlihat berdoa di sisi lain lapangan saat sang kiper ditandu keluar.
Sementara Jimenez, pemain berusia 19 tahun, secara ajaib diizinkan untuk melanjutkan permainan sebelum ia juga ditarik keluar lapangan dengan kondisi linglung sekitar 18 menit setelah pertandingan dilanjutkan.
Pertandingan berakhir dengan kemenangan 4-0 untuk Milan, dengan gol-gol dari Rafael Leao, Strahinja Pavlović, Theo Hernandez dan Tijjani Reijnders.
Berbicara kepada DAZN setelah pertandingan, mantan bintang Chelsea Christian Pulisic mengatakan "Yang paling penting adalah Mike baik-baik saja. Pikiran kami bersama dia," ujarnya.
Rafael Leao menambahkan "Dengan apa yang telah terjadi sebelumnya di Udine, itu adalah lingkungan yang aneh. Kami datang dengan fokus, setelah mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan ini setelah menjalani latihan selama sepekan. Kemenangan ini, bagaimanapun, adalah untuk Maignan," tegasnya
Pelatih AC Milan Sergio Conceicao memuji cara para fans Udinese memberikan tepuk tangan kepada Mike Maignan saat ditandu keluar lapangan.
Sejatinya Maignan menjadi korban pelecehan rasial saat Milan bertandang ke Udinese pada Januari 2024 dan kiper asal Prancis ini sempat berjalan keluar lapangan setelah mendapat nyanyian rasial dari para pendukung tuan rumah. "Itu membuat saya terkesan. Saya harus memuji fans Udinese," ujar Conceicao kepada Sky Sport.
"Pemain adalah satu hal dan suporter adalah hal lain. Mereka bisa mencemooh sang pemain, tapi tidak dengan pria itu. Tepuk tangan itu adalah sikap yang luar biasa, selama 40 tahun bermain sepak bola, saya hanya melihat sedikit sikap seperti itu. Sekarang Mike sedang berada di rumah sakit untuk menjalani tes," papar Conceicao.
Milan berada di peringkat sembilan dengan 51 poin dengan enam pertandingan tersisa dalam musim yang sebagian besar mengecewakan. “Hari ini kami adalah sebuah tim, tetapi ini hanya tiga poin,” kata Conceicao, yang timnya hanya menang tiga kali dari delapan pertandingan terakhir.
Milan akan menjamu tim peringkat tiga Atalanta akhir pekan depan sebelum menghadapi Inter Milan pada leg kedua semifinal Coppa Italia, yang tetap menjadi taruhan terbaik mereka untuk mengamankan tempat di kompetisi Eropa musim depan.
Editor: Aspian Nur