Elanga awalnya bergabung dengan United pada usia 12 tahun setelah keluarganya pindah dari Swedia ke Inggris dan ia melakukan debut di tim utama pada usia 19 tahun pada Mei 2021.
Kemenangan 1-0 mempertahankan upaya Forest untuk mencapai Liga Champions dan membuat mereka berada di urutan ketiga di Premier League dengan keunggulan 10 poin dari Newcastle di urutan keenam.
Bos Nuno Espirito Santo mengakui bahwa ia belum pernah melihat gol seperti itu, sementara kapten Forest, Yates, menyebut rekan setimnya itu sebagai pemain tengah idaman.
“Ini adalah tentang menyerang ruang dan mencapai gawang lawan secepat mungkin. Saya melihat ruang dan saya yakin saya adalah satu diantara pemain tercepat di liga,” kata Elanga kepada TNT Sports sambil memegang trofi man of the match atau penghargaan pemain terbaik.
“Penyelesaian akhir adalah sesuatu yang telah saya coba latih. Kaki kiri atau kaki kanan, saya cukup nyaman dengan kedua kaki saya musim ini. Yang ingin Anda lakukan adalah terus berkembang. Datang ke sini adalah tentang bermain dan berkembang. Saya sangat menghargai Manchester United karena saya belajar banyak di sana,” ungkapnya.
Kepindahannya senilai £15 Juta, setara dengan Rp350 Miliar, ke Nottingham Forest pada tahun 2023 lalu dimaksudkan untuk mengembalikan performa Elanga.
Dia membuat 55 penampilan dan mencetak empat gol untuk United tetapi dibuang oleh pelatih saat itu Erik ten Hag, yang merasa pemain sayap itu tidak akan naik kelas. Itu terjadi setelah hanya lima kali tampil sebagai starter di Premier League pada 2022-23.
Namun yang menarik, bos United saat ini Ruben Amorim mengecilkan fakta Elanga diizinkan untuk pergi. “Kami berbicara tentang banyak pemain yang pernah berada di Manchester United yang melakukan hal yang benar, tetapi mereka memiliki kesempatan disini. Di United dia tidak punya waktu dan aya tidak akan punya waktu. Kami harus melakukannya dengan cepat agar dia berkembang,” papar Amorim saat itu memberikan alasan melepas Elanga.
Tidak ada penyesalan dari Elanga, yang telah mencetak enam gol untuk Forest yang merupakan torehan terbaiknya di musim ini. “Saya membuat keputusan yang tepat, 100 persen,” tegas Elanga usai kepergiannya dari United Desember 2023 silam.
“Datang ke Forest merupakan hal yang sangat besar bagi saya, karena tiba-tiba saya bermain secara reguler selama 90 menit, sambil memiliki kesempatan untuk berkembang. Ketika saya bermain, saya merasa seperti memiliki tujuan; seperti bermain dan berkembang dalam prosesnya. Itu adalah perubahan terbesar bagi saya,” papar penyerang timnas Swedia ini.
Posisi Elanga semakin membaik setelah kemenangan yang layak atas United membuat mereka semakin dekat dengan akhir yang indah di musim ini, dengan semi final Piala FA melawan Manchester City sebagai bagian dari itu. Dengan delapan pertandingan tersisa, mereka semakin dekat dengan Liga Champions.
Elanga telah memainkan perannya dengan gol dan delapan asis, yang membuatnya berada di urutan ketujuh di klasemen sementara Premier League.
Ralf Rangnick, yang tiba di Old Trafford untuk menggantikan Ole Gunnar Solskjaer pada Desember 2021, dengan cepat menyimpulkan Anthony Elanga memiliki masa depan yang cerah.
Elanga diakui Ralf sadar akan ruang di sekelilingnya dan tidak melupakan tugas defensifnya, meskipun ia lebih memilih untuk maju ke depan. Sayangnya bagi Elanga, Erik ten Hag memiliki pandangan yang berbeda. Pelatih asal Belanda ini merasa Elanga tidak memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk memberikan pengaruh yang cukup besar bagi timnya. Elanga dibuang pada tahun 2023 setelah satu musim di bawah asuhan pelatih asal Belanda itu.
Masalahnya adalah para pemain menyerang yang datang pada musim panas yang sama setelah kepergian Elanga seperti Mason Mount dan Rasmus Hojlund gagal memberikan hasil.
Para penyerang sayap yang telah dimiliki United seperti Antony, Amad Diallo dan Alejandro Garnacho tampil tidak konsisten, Anthony Martial mengalami cedera dan penampilan Marcus Rashford menurun drastis.
Penilaian Ten Hag mungkin benar. United berada di peringkat tiga saat itu, seperti halnya Forest yang berada di peringkat tiga saat ini. Mungkin itu adalah level Elanga. Apa yang tidak dapat ia tawar adalah tim yang bermarkas di Old Trafford itu meluncur ke belakang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Posisi ketiga bagi mereka kini terlihat sangat jauh, berjarak 10 margin.
Editor: Aspian Nur