Semua berawal dari kehadiran wasit Slavko Vincic dari Slovenia yang memimpin laga panas ini dimana federasi sepakbola Turki tak ingin ada kontroversi kalau pengadil adalah wasit lokal dan mengikuti permintaan kedua klub agar wasit yang memimpin adalah wasit.
Mourinho ditanyai tentang penampilan anak asuhnya, pemain bertahan berusia 19 tahun Yusuf Akcicek usai laga. “Saya harus berterima kasih kepada wasit. Setelah diving besar di menit pertama dan bangku cadangan mereka melompat-lompat seperti monyet di atas anak itu. Kalau wasitnya orang Turki, dia pasti langsung memberikan kartu kuning dan saya harus berpikir mencari pengganti Yusuf. Kinerja wasitnya kelas satu. Itu adalah pertandingan yang sangat kompetitif, mungkin bukan pertandingan yang bagus dalam hal sepak bola, tetapi ada persaingan yang bagus,” kata-kata Mourinho yang memancing amarah dari kubu Galatasaray.
Menanggapi pernyataan itu, manajemen Galatasaray mengatakan mereka akan memulai proses hukum terhadap Jose Mourinho.
Mourinho - mantan manajer Chelsea, Manchester United dan Tottenham - dan Fenerbahce belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Galatasaray mengatakan sejak dimulainya tugas sebagai manajer klub di Turki, Jose Mourinho terus menerus mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menghina yang ditujukan kepada orang-orang Turki.
“Hari ini wacana yang dilontarkannya telah meningkat lebih dari sekadar komentar yang tidak bermoral menjadi retorika yang sangat tidak manusiawi. Dengan ini kami secara resmi menyatakan niat kami untuk memulai proses hukum terkait pernyataan rasis yang dibuat oleh Jose Mourinho dan akan mengajukan keluhan resmi kepada UEFA dan FIFA,” papar mereka.
“Lebih jauh lagi, kami akan mengamati dengan seksama sikap yang diambil oleh Fenerbahce - sebuah institusi yang mengaku menjunjung tinggi 'nilai-nilai moral yang patut diteladani' - sebagai tanggapan atas perilaku tercela yang ditunjukkan oleh manajer mereka,” tegas kubu Galatasaray.
Diketahui, Mourinho yang berusia 62 tahun dan merengkuh dua gelar juara Liga Champions ditunjuk sebagai manajer Fenerbahce pada musim panas lalu dan sempat dilarang serta didenda pada awal musim ini karena mengutuk standar perwasitan di Turki.
CEO Galatasaray Eray Yazgan juga mengomentari insiden tersebut. "Hukuman untuk rasisme jelas di seluruh dunia! Kami berharap UEFA dan FIFA akan menerapkan hukuman yang diperlukan. Saya meminta Anda untuk mendukung kami dalam menempatkan orang ini pada tempatnya. Dia telah menghina rakyat Turki dan Turki sejak hari dia tiba," sebut Yazgan.
Pelatih Galatasaray Okan Buruk juga menyerang Mourinho. “Mourinho butuh waktu lama untuk menangis. Biarkan dia terus menangis. Pria asal Portugal itu tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan musuh di Liga Super Turki,” kata Buruk.
Di Instagram, Victor Osimhen, pemain bintang Galatasaray yang dipinjamkan dari Napoli musim ini membagikan dalam ceritanya unggahan Galatasaray yang menolak rasisme yang dituduhkan kepada Mourinho.
Fenerbahce di sisi lain, telah membela Mourinho, dengan mengklaim tidak ada rasisme dalam kata-katanya. "Apa yang dia katakan itu salah, tetapi itu bukan rasisme. Mereka ingin menciptakan persepsi. Apa yang dia katakan itu salah, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan rasisme," kata Volkan Demirel, mantan kiper Turki yang jadi juru bicara klub.
Wakil presiden Fenerbahce Akun Ilacli melangkah lebih jauh. "Jika Anda menyebut orang kulit hitam sebagai monyet, itu rasisme. Jika Anda mengatakannya kepada orang kulit putih, rasisme macam apa itu! Ketika saya mengatakan “jangan melompat seperti tupai, jangan melompat seperti monyet”, rasisme macam apa ini? Ketika orang melompat karena kartu kuning, jika kelompok ini adalah orang kulit putih. Apa yang dikatakan Jose Mourinho adalah bahwa orang melompat dan bereaksi terlalu berlebihan. Ini bukan tentang warna kulit. Dia tidak secara fisik membandingkan mereka yang ada di klub itu dengan monyet. Dia mengatakan Anda melompat karena kartu kuning",” paparnya.
Kamis lalu, Galatasaray tersingkir dari Liga Europa oleh AZ Alkmaar dalam pertandingan yang sangat buruk bagi klub Turki tersebut sementara Fenerbahce , menyingkirkan Anderlecht dan akan melawan Rangers di babak 16 besar.
Di Super Lig sendiri, hasil imbang tanpa gol ini mempertahankan posisi Galatasaray di puncak klasemen dengan 64 poin dari 24 pertandingan. Sementara Fenerbahçe tetap di posisi kedua dengan 58 poin dari jumlah pertandingan yang sama.
Editor: Aspian Nur