Pada laga yang berakhir dini hari tadi, City membuka pertandingan dengan gemilang namun kemudian dikejutkan dengan gol di menit ke-14 saat Mohamed Salah mencetak gol ke-30 musim ini usai menerima umpan dari Dominik Szoboszlai.
Salah membalas assist tersebut delapan menit sebelum jeda, memberikan umpan matang kepada Szoboszlai yang dengan tenang menyelesaikannya dengan sontekan rendah melewati kiper City, Ederson. Liverpool mampu menutup kemenangan yang sangat signifikan tanpa ada kekhawatiran di babak kedua, puas untuk melindungi keunggulan yang telah mereka bangun di 45 menit pertama.
Liverpool berada dalam kondisi dan suasana hati yang tepat untuk meraih gelar Liga Primer Inggris ke-20 sementara City dalam keadaan yang kurang baik dengan skuat yang menua dan cedera pada pemain kunci seperti Rodri, John Stones dan Erling Haaland di lag aini.
Mo Salah kini menjadi pemain pertama dalam sejarah Liga Primer Inggris yang terlibat dalam 40 gol atau lebih dalam dua musim yang berbeda, dengan 25 gol dan 15 assist pada musim ini setelah 32 gol dan 10 assist pada musim 2017-18.
“Saya tidak tahu,” kata Salah, ketika ditanya apakah dia bermain di level terbaiknya. “Itu adalah opini. Mungkin orang lebih suka musim pertama saya atau sekarang, tetapi saya lebih suka sekarang karena (hampir) memenangkan liga, membantu para pemain muda, itu istimewa. Kami membutuhkan gelar lainnya. Saya dan para pemain besar di tim, kami membutuhkan gelar lainnya,” paparnya.
Salah hanya memiliki empat bulan tersisa dalam kontraknya di Liverpool, dengan tidak ada tanda-tanda perpanjangan kontrak sejauh ini dari klub, tetapi potensi gangguan apa pun tidak muncul di lapangan.
241 golnya di semua kompetisi sejak bergabung dengan Liverpool pada tahun 2017 telah membuatnya berada di urutan ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Anfield bersama Gordon Hodgson (1926-35). Ian Rush memuncaki daftar pencetak gol terbanyak di klub dengan 346 gol, mengungguli Roger Hunt yang berada di posisi kedua (285).
Dia kini telah mencetak gol dan memberikan asis dalam 11 pertandingan liga musim ini, yang terbanyak bagi seorang pemain dalam satu musim di lima liga besar Eropa sejak 11 gol Lionel Messi untuk Barcelona pada 2014-15.
16 gol tandang pemain berusia 32 tahun ini merupakan rekor bersama dalam sejarah kompetisi bersama Kevin Phillips (1999-2000) dan Harry Kane (2022-23).
“Angka-angka itu berbicara sendiri,” kata bos Liverpool, Arne Slot. “Saat ini tidak banyak hal yang tampak sulit bagi Mo,” imbuhnya
Sementara masalah kini kian menghampiri Josep Guardiola sebagai pelatih City. Penampilan yang tidak maksimal, cedera yang parah dan sebuah tim yang dulunya sangat hebat namun dibiarkan menjadi terlalu tua. Cara City disingkirkan oleh Real Madrid di play-off untuk mencapai babak 16 besar Liga Champion, lalu kemudian dikalahkan dengan mudah oleh Liverpool, berarti ini adalah sebuah pekan yang sangat penting saat Guardiola merencanakan pembangunan kembali.
Merupakan sebuah momen yang mengharukan saat James McAtee menggantikan Kevin de Bruyne di menit ke-67, pemain asal Belgia tersebut mendapatkan tepuk tangan meriah meskipun kesulitan untuk memberikan pengaruh untuk City.
Hal tersebut mungkin merupakan sebuah pengakuan para penggemar City mungkin tidak akan memiliki terlalu banyak kesempatan untuk menunjukkan apresiasi mereka kepada seorang pemain yang telah melayani mereka dengan sangat baik.
Ini semua berarti Guardiola dan City harus menyesuaikan pandangan mereka ke bawah di sisa musim ini, mencoba untuk memastikan mereka berada di Liga Champion musim depan sambil berusaha untuk menyelamatkan musim yang mengecewakan di Piala FA.
Editor: Aspian Nur