Wakil Italia AC Milan yang pekan lalu kalah 0-1 dari PSV Eindhoven di markas lawan bersiap untuk membalas kekalahan tersebut dengan hasil lebih baik untuk satu tiket ke 16 Besar dalam leg kedua di San Siro dini hari nanti.
“Pada leg pertama, Feyenoord adalah tim yang bermain di kandang sendiri dengan para penggemar mereka, yang selalu menjadi cerita yang berbeda,” kata penasehat tim Milan, Zlatan Ibrahimovic, melansir dari laman resmi UEFA Selasa (18/2/2025) pagi ini.
Milan harus tetap fokus pada diri sendiri, memainkan permainan dan melakukan apa yang tahu apalagi Rosonerri punya sejarah hebat di Liga Champions, jadi ini adalah pertandingan yang ingin dimenangkan.
“Milan selalu ingin tampil di Liga Champions, jadi kami bekerja keras untuk meraih hasil dan selalu berusaha untuk menang,” tegasnya.
Pelatih Feyenoord Pascal Bosschaart mengingat tentang kemenangan Piala Eropa UEFA 1970 di Stadio San Siro. Ini menggugah setiap warga Rotterdam, termasuk dirinya.
“Fakta saya bisa berada di sini sebagai pelatih kepala adalah hal yang unik. Kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk mencapai babak berikutnya. Itu tidak akan mudah, tetapi ini adalah tantangan besar,” sebut Bosschaart.
Wakil Serie A lainnya, Atalanta, juga bertekad membalikkan keadaan setelah kalah 1-2 dari Club Brugge di leg pertama. Mereka akan menghadapi wakil Belgia itu di Stadion Atleti Azzurri d’Italia.
"Ini adalah Liga Champions dan kami berada di titik dimana pertandingan menentukan dimainkan dengan mentalitas 'hidup atau mati,” tegas Gianpiero Gasperini, pelatih Atalanta.
“Kami harus fokus pada leg kedua dan merencanakan bagaimana membalikkan keadaan. Semua komponen penting yang diperlukan untuk pertandingan level ini harus berpihak kepada kita. Pertama-tama, tim harus tampil baik, bertahan dengan solid dan menyerang secara efektif," tegasnya.
Pada pertandingan lain, klub raksasa asal Skotlandia Celtic wajib menang dengan selisih 2 gol demi menjaga asa di Liga Champions musim ini kala datang ke markas raksasa Jerman Bayern Munchen di Allianz Arena, Munchen.
Pada leg pertama, The Bos, sebutan Celtic, keok 1-2 atas Bayern dan Celtic belum pernah menang lawan Bayern Munchen, juga sudah kalah di rumah sendiri sehingga ini akan menjadi mission impossible bagi Celtic.
“Kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia. Kami butuh sedikit keberuntungan dan kami tak cukup memilikinya,” ujar kiper Celtic Kasper Schmeichel kepada UEFA.com.
Sementara Bayern Munchen hanya memiliki dua pemain yang absen yakni bek kiri Alphonso Davies dan kiper cadangan Daniel Peretz. Harry Kane akan menjadi ujung tombak utama didukung trio penyerang Michael Olise, Jamal Musiala dan Kingsley Coman.
Satu laga tersisa adalah Benfica kontra Monaco, yang mana tuan rumah memiliki keuntungan setelah menang di markas lawan pekan lalu dengan skor 1-0. Hasil imbang sudah cukup mengantarkan wakil Portugal itu lolos sekaligus menyingkirkan tim dari Ligue 1 Perancis.
Editor: Aspian Nur